Langkah ini, menurutnya, penting untuk memastikan penduduk miskin penerima manfaat mendapatkan haknya. Lebih lanjut, Endin menekankan pentingnya langkah hukum dan administratif.
Ia meminta kepada Kepala Dinas DPMD, Camat, dan Kepala Desa terkait untuk memproses pemberhentian sementara oknum Kadus yang diduga terlibat, sesuai dengan amanat Pasal 13 ayat (1) huruf d Perda Ciamis Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.
Namun, tindakan administratif saja dinilai tidak cukup. Endin juga mendorong aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk membuka penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi. Ia juga mengingatkan agar penyelidikan tidak hanya berhenti pada oknum Kadus, tetapi juga membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain, khususnya pendamping PKH.
Baca Juga:Parah! Bansos Lansia di Ciamis Ini Diduga Dicairkan dan Dinikmati Oknum Perangkat DesaGotong Royong Warga dan Pemkab Ciamis Wujudkan Kebersihan Berkelas ASEAN
“Secara regulasi, Kadus itu tidak ada kaitannya dengan pencairan Bansos PKH, justru yang paling ada kaitannya adalah pendamping PKH yang bertugas memastikan bansos PKH itu diterima oleh penerima manfaat tepat jumlah dan tepat waktu,” paparnya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Endin merekomendasikan agar Pemerintah Daerah Ciamis segera mempublikasikan data terbaru penduduk miskin yang ada dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah transparansi ini untuk memudahkan masyarakat mengetahui siapa saja warga miskin yang masih menerima manfaat bansos PKH dan mana yang sudah digraduasi atau keluar dari program.
Sementara itu, keluarga Icah, yang merasa dikhianati, menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban penuh dari Pemerintah Desa Dewasari. Mereka menyoroti pernyataan Kadus yang meyakinkan mereka bahwa bantuan untuk Icah adalah yang terakhir.
“Saya pun syok, kok bisa pihak desa berbuat seperti itu. Padahal kan bisa dikomunikasikan, karena memang betul ibu saya sudah tidak tinggal di Dewasari lagi. Kalau sudah seperti ini, saya menuntut minta keadilan dan tanggungjawab kepada pihak terkait. Saya takut ada korban yang sama seperti ibu saya,” ungkap salah satu keluarga Icah. (CEP)
