Pemerintah Percepat Koperasi Desa, 1.061 Kopdes Merah Putih Mulai Serap Produk Warga

Pemerintah Percepat Koperasi Desa, 1.061 Kopdes Merah Putih Mulai Serap Produk Warga
Ilustrasi seorang warga tengah berbelanja di Kopdes Merah Putih. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah mulai mengakselerasi penguatan ekonomi desa melalui operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ribuan koperasi tersebut kini mulai aktif menyerap hasil produksi masyarakat desa dari berbagai sektor usaha.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, koperasi yang sudah beroperasi akan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap utama produk-produk lokal, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan tangan, hingga kuliner desa.

“KDKMP yang sudah beroperasi dipastikan akan menjadi offtaker dari berbagai produk masyarakat desa, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner,” ujar Ferry dikutip dari ANTARA, Senin (18/5).

Baca Juga:Tembus Pasar AS dan Eropa, Ikan Nila Indonesia Jadi Andalan Baru Ekspor31 Ribu Kendaraan Serbu Puncak Bogor Saat Long Weekend, Arus Kini Normal Dua Arah

Menurut Ferry, kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi langkah strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha desa sekaligus memperkuat rantai distribusi produk lokal.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah secara simbolis di Koperasi Merah Putih Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Ferry menjelaskan, operasional ribuan koperasi tersebut merupakan tahap awal dari proyek pengembangan koperasi desa berskala nasional.

Saat ini, pembangunan Kopdes Merah Putih disebut telah mencapai hampir 9.200 unit dan akan dioperasikan secara bertahap di berbagai daerah.

“Ini merupakan awal dari KDKMP yang pembangunannya sudah hampir 100 persen untuk sekitar 9.200 unit, namun tahap pertama yang dioperasikan sebanyak 1.061 unit,” katanya.

Pemerintah bahkan menargetkan ekspansi besar-besaran pada 2026 dengan jumlah koperasi operasional diproyeksikan menembus puluhan ribu unit.

“Meskipun ditargetkan 20.000 unit, kami akan berusaha maksimal untuk bisa lebih dari itu,” ujar Ferry. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji solusi atas kendala keterbatasan lahan di sejumlah daerah yang belum memenuhi ketentuan minimal 1.000 meter persegi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan fasilitas koperasi secara vertical.

Baca Juga:Wacana KDM Soal Jalan Provinsi Berbayar, Bupati Tasikmalaya Merespon BeginiPerang Terhadap Obat Keras, Satgas Bentukan Bupati Bogor Bongkar 45 Kasus dalam 1 Bulan

“Kami sedang mempertimbangkan desain pembangunan gerai dan gudang secara vertical untuk wilayah dengan keterbatasan lahan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota optimistis target pengoperasian 30 ribu unit KDKMP dapat tercapai.

0 Komentar