SPMB 2026 Tak Hanya Penerimaan Siswa Baru, Jawa Barat Mulai Jalankan 41 Sekolah Maung

Farhan Warning Oknum Nakal di SPMB: Ketahuan Jual Kursi, Langsung Diproses Hukum
Ilustrasi: Pelajar saat mendaftar SPMB di Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 resmi dimulai. Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan terobosan baru lewat pembukaan 41 Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang disiapkan untuk mencetak siswa berpotensi istimewa dan berdaya saing global.

Sosialisasi SPMB 2026 mulai dilakukan kepada masyarakat secara daring pada Senin (18/5/2026).

Selain itu, expo pendidikan juga digelar di Sport Arcamanik Kota Bandung dengan melibatkan berbagai sekolah tingkat SMP, SMA, hingga SMK.

Dalam kegiatan tersebut, sekolah-sekolah memamerkan karya jurusan dan inovasi pendidikan untuk menarik minat calon peserta didik.

Baca Juga:Arus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua ArahPolisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam Diamankan

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan proses SPMB tahun ini diawali dengan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Program itu bertujuan memetakan sebaran lulusan SMP/MTs sederajat berdasarkan pilihan sekolah, jalur masuk, dan kondisi peserta didik di seluruh Jawa Barat.

Dari hasil pemetaan, total daya tampung pendidikan menengah di Jawa Barat disebut telah melampaui jumlah lulusan SMP sederajat.

Jumlah kursi SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi atau setara 109,93 persen dari total lulusan sebanyak 826.996 siswa.

Rinciannya terdiri dari 195.344 kursi SMA negeri, 143.460 SMA swasta, 124.217 SMK negeri, 320.720 SMK swasta, 21.888 MA negeri, dan 81.936 MA swasta. Sementara daya tampung sekolah negeri berada di angka 43,9 persen.

“Pemetaan ini juga jadi instrumen strategis dalam penyaluran peserta didik, ” jelasnya, Senin (18/5).

Menurutnya, perbedaan utama SPMB 2026 dibanding tahun sebelumnya adalah hadirnya program Sekolah Maung yang berjalan bersamaan dengan SPMB reguler.

Baca Juga:Libur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta SehariSekolah Rakyat di Tasikmalaya Ditarget Groundbreaking Agustus

Program tersebut ditegaskan melalui Keputusan Gubernur Nomor: 421.3/Kep.254-Disdik/2026 tertanggal 13 Mei 2026.

Sekolah Maung dirancang sebagai layanan pendidikan khusus berbasis potensi dan bakat istimewa guna menyiapkan sumber daya manusia Jawa Barat yang unggul dan kompetitif.

“Total 28 SMA dan 13 SMK di Jawa Barat untuk Sekolah Maung kali ini,” jelas Purwanto. (son)

0 Komentar