JABAR EKSPRES – Kasus kematian seorang ibu rumah tangga di Kampung Lembur Sawah, RT 4 RW 16, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, masih menjadi misteri.
Polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban, Tati Kurniati (55), pada Selasa (21/10).
Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, mengatakan olah TKP tambahan dilakukan untuk mencari bukti baru yang mungkin terlewat pada pemeriksaan sebelumnya.
Baca Juga:Alex Pastoor Ungkap Isi Kesepakatan Rahasia dengan PSSI Usai Pemutusan KontrakBojan Hodak Waspadai Kebangkitan Selangor FC, Julio Cesar Siap Perkuat Lini Pertahanan Persib
“Ini olah TKP tambahan untuk menggali barang bukti dan fakta lain di lokasi kejadian. Semua demi membantu mengungkap kematian korban,” ujarnya pada awak media dilokasi.
Menurutnya, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk anak korban yang pertama kali menemukan ibunya dalam kondisi tidak bernyawa.
“Untuk saksi sudah ada beberapa yang diperiksa, termasuk anak korban,” tambahnya.
Hingga kini, tim identifikasi masih bekerja di lokasi dan belum menyampaikan hasil temuan terbaru. “Tim masih melakukan olah TKP, sehingga kami belum bisa menyimpulkan temuan apa saja dari dalam rumah korban,” ujar Teguh.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban tinggal bersama suaminya. Namun, saat kejadian, sang suami sedang berada di luar kota.
“Informasi sementara, jenazah pertama kali ditemukan oleh anak kandung korban yang rumahnya bersebelahan,” jelasnya lagi.
Korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan luka di bagian kepala. Polisi belum memastikan penyebab luka tersebut.
Baca Juga:Jurgen Klopp Akui Tolak Tawaran Manchester United!Krisis Kepercayaan, Jepang Pertimbangkan Tinggalkan AFC dan Bentuk Federasi Baru
Suami korban, Triyadi (62), yang saat kejadian berada di luar kota, mengaku terpukul dengan kematian istrinya yang tidak wajar.
“Saya ditelepon anak, disuruh bangunin mama. Tapi waktu saya coba hubungi istri, nggak aktif. Saya pikir mungkin lagi ke pasar seperti biasa,” tuturnya dengan suara bergetar.
Menurut pengakuannya, saat pertama kali diberi tahu, ia sempat meminta anaknya melakukan video call untuk memastikan kondisi istrinya. Namun, karena sinyal buruk dan posisinya sedang di perjalanan dari Indramayu menuju Bandung, ia hanya meminta dikirim foto.
“Pas dilihat, wajahnya sudah hancur. Saya langsung lemas. Pikiran saya kosong,” ucapnya.
Triyadi memastikan tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah. Perhiasan semua lengkap, tapi uang hilang.
