“Biasanya istri nyimpen uang hasil dagang dan parkiran sekitar lima sampai tujuh juta rupiah. Sekarang uang itu nggak ada,” katanya.
Korban diketahui sehari-hari berjualan di warung kecil di depan rumahnya, sekaligus mengelola tempat parkir dan rental PlayStation. Aktivitasnya dikenal rutin dan jarang meninggalkan rumah.
Menurut Triyadi, beberapa warga sekitar mengaku mendengar suara tangisan dan keributan pada malam sebelum kejadian.
Baca Juga:Alex Pastoor Ungkap Isi Kesepakatan Rahasia dengan PSSI Usai Pemutusan KontrakBojan Hodak Waspadai Kebangkitan Selangor FC, Julio Cesar Siap Perkuat Lini Pertahanan Persib
“Ada yang bilang sempat terdengar ribut, terus tangisan. Tapi kami pikir hanya cekcok biasa,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan bercak darah yang menempel di dinding kamar yang juga berfungsi sebagai ruang bermain PlayStation.
“Ada bercak darah di tembok bagian bawah kamar, sudah kering,” kata Triyadi menambahkan.
Kasus ini masih terus didalami pihak kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, Polres Cimahi belum menetapkan tersangka maupun motif di balik kematian korban.
Triyadi berharap pihak kepolisian segera menemukan pelakunya.
“Saya tidak terima istri saya diperlakukan seperti itu. Saya cuma ingin pelaku segera tertangkap dan diadili seadil-adilnya,” ujarnya penuh harap. (Mong)
