Slamet melanjutkan, ada beberapa program yang diberikan untuk mendukung berkembangnya Desa Wisata. Itu mulai dukungan dalam finansial atau barang, dan beberapa program pelatihan.
Misalnya pelatihan bahasa asing bagi muda-mudi yang menjadi tour guide. “Tidak menutup turis asing bakal berdatangan, maka kemampuan bahasa asing itu perlu,” ceritanya.
Pelatihan lainya seperti manajemen homestay, hingga soal tata keloa keuangan. “Kami harap Desa Wisata ini bisa berkembang pesat,” sambungnya.
Sektor Pariwisata Digenjot jadi Motor Baru Ekonomi Jabar
Baca Juga:Yayasan Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di GazaBabatuRun 2025: Saat Lari Jadi Bahasa Kebaikan di Kota Bandung
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Iendra Sofyan menuturkan, pihaknya terus berupaya untuk mengoptimalkan sektor pariwisata. Dengan harapan bisa jadi motor penggerak ekonomi di Jawa Barat.
Ia menguraikan, potensi Desa Wisata di Jawa Barat juga cukup besar. Data Disparbud mencatat setidaknya ada 689 Desa Wisata. Rinciannya terdiri dari 556 desa berstatus rintisan, 113 desa berstatus berkembang, 17 desa status maju dan 3 desa sudah status mandiri.
Desa Wisata itu tersebar di Kota Kabupaten di Jawa Barat. Misalnya di Kabupaten Bandung ada 100 Desa Wisata. Terdiri dari 86 desa berstatus rintisan, 12 berkembang, dan 2 desa berstatus maju.
Iendra menguraikan, salah satu kunci pengembangan desa wisata ada di komitmen kepala desa. “Kadesnya harus yakin desanya bisa dikunjungi wisatawan. Harus ada niat dan rencana,” katanya saat di Gedung Sate, Jumat (10/10).
Iendra melanjutkan, Kepala Desa juga harus bisa mengoptimalkan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Jangan sampai ekosistem pariwisata justru dikendalikan pihak atau kelompok tertentu yang merugikan,” katanya.
Iendra juga menekankan bahwa hadirnya Desa Wisata itu harus bisa berdampak pada masyarakat. Artinya bisa menggeliatkan ekonomi warga sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Termasuk indikatornya bisa menambah pendapatan desa.
Menurut Iendra, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secar tidak langsung juga sangat mendukung pengembangan sektor pariwisata. Itu terlihat dari pembangunan jalan yang tengah digenjot dan menjadi prioritas.
Baca Juga:Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Target Beroperasi Akhir 2025Pemprov Jateng Buka Hotline Aduan Keracunan Menu MBG
“Bagaimanapun juga wisata juga butuh akses (jalan.red) yang baik. Jika lembur diurus kota ditata, orang (wisataran.red) akan datang ke Jawa Barat,” katanya.
