“Jadi seputar edukasi pertanian, kami ajak ke kebun kopi yang ada di lereng gunung. Berkebun, masak olahan bumi, menam padi,” cetusnya.
Agar lebih bermakna, wisatawan disarankan menginap. Supaya bisa benar-benar tau kehidupan asli warga dari bangun sampai tidur lagi. Untuk memfasilitasi itu, di desa tersebut juga telah tersedia homestay. Sedikitnya ada 50 homestay yang memanfaatkan rumah-rumah warga. “Itu sengaja menyatu dengan warga. Agar bisa lihat betul kehidupan petani,” bebernya.
Untuk memudahkan wisatawan, Gunawan dan tim juga telah membuat paket-paket wisata. Itu mengkombinasikan fasilitas homestay, transportasi, makan, dan beberapa wisata edukasi di Desa Mekarlaksana. “Misal Rp 250 ribu. Itu sudah bisa menginap, lalu ada wisata edukasi budidaya kopi,” cetusnya.
Baca Juga:Yayasan Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di GazaBabatuRun 2025: Saat Lari Jadi Bahasa Kebaikan di Kota Bandung
Gunawan menguraikan, meski terbilang baru, sejumlah wisatawan juga telah banyak berkunjung ke Desa Mekarlaksana. Tercatat sejak diresmikan 2022 itu ada sekitar 50 orang yang berkunjung. Angkanya terus bergerak, di 2023 tercatat sekitar 350 pengunjung, di 2024 ada 700 pengunjung, dan di awal 2025 hingga September sudah tembus sekitar 350 pengunjung.
Menurut Gunawan, sejumlah wisatawan asing juga ada yang berkunjung. Mereka cukup senang dengan edukasi budidaya kopi. “Polanya ramai itu ketika Januari dan November,” bebernya.
Desa Wisata Mekarlaksana terus dikembangkan. Kini juga tengah dibangun spot Padaringan Highland. Spot buatan di atas bukit bisa untuk aneka kegiatan lesehan hingga kuliner sembari menikmati bentang bukit dan lembah yang indah.
Geliatkan Ekonomi Warga
Kepala Desa Mekarlaksana Jajang Suryadi menuturkan, Desa Wisata di wilayahnya itu diluncurkan selepas pandemi. Semangatnya juga untuk mendongkrak perekonomian warga.
“Dulu masih nol (tidak ada desa wisata.red), kami ingin meningkatkan ekonomi warga dengan pemberdayaan Desa Wisata,” cetusnya kepada Jabar Ekspres, Sabtu (11/10).
Bertahap tapi pasti, atraksi dan ikon-ikon Desa Wisata itu dibentuk. Pihaknya ingin warga desanya makin berdaya. Caranya adalah mengangkat ikon-ikon potensial yang ada di desa. Mulai dari soal kultur, budaya dan atraksi yang memang didominasi kegiatan pertanian dan peternakan warga.
“Banyak wisatawan berkunjung, itu tentu berdampak pada masyarakat. Usaha-usaha bergeliat,” katanya.
