Yayasan Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza

Istiqlal yang Runtuh, Harapan yang Bangkit: Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di G
Istiqlal yang Runtuh, Harapan yang Bangkit: Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza. Foto istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – “Alhamdulillah, momen ini merupakan titik balik yang krusial…” Kalimat itu diucapkan dengan nada lega oleh Nandang Cahya, Direktur Yayasan Kasih Palestina (YKP), ketika kabar gencatan senjata antara Israel dan Palestina diumumkan.

Setelah dua tahun perang yang nyaris tak berkesudahan, berita itu datang seperti embusan napas pertama bagi masyarakat Gaza yang hidup dalam reruntuhan.

“Ini saatnya memulai pemulihan jangka panjang bagi masyarakat Gaza yang telah mengalami penderitaan akibat genosida sejak 7 Oktober 2023,” ujarnya di Bandung, Minggu, 12 Oktober 2025.

Baca Juga:BabatuRun 2025: Saat Lari Jadi Bahasa Kebaikan di Kota BandungRevitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Target Beroperasi Akhir 2025

Perang Gaza bukan sekadar catatan statistik. Ia adalah dua tahun penderitaan, dua tahun kehilangan, dua tahun di mana anak-anak tumbuh di antara puing bangunan dan suara pesawat tempur. Lebih dari 67.000 warga Palestina meninggal dunia, termasuk ribuan perempuan dan anak-anak.

Di Khan Younis, salah satu kota yang paling terdampak, reruntuhan Masjid Istiqlal Indonesia kini menjadi saksi bisu dari kekejaman perang.

“Masjid Istiqlal Indonesia yang dibangun di Khan Younis Gaza melalui donasi masyarakat juga turut hancur dirudal oleh pesawat Zionis Israel,” tutur Nandang

Padahal, masjid itu adalah simbol cinta dan solidaritas antara rakyat Indonesia dan Palestina. Dibangun di atas lahan 1.751 meter persegi dengan luas bangunan 940 meter persegi, masjid ini berdiri megah sejak diresmikan pada 22 Februari 2022, hanya setahun sebelum perang kembali mengamuk.

Nama “Istiqlal” bukan sekadar nama. Ia membawa semangat yang sama seperti Masjid Istiqlal di Jakarta, lambang kemerdekaan dan keagungan spiritual bangsa Indonesia.

“Penamaan Istiqlal pun terinspirasi dari Masjid Istiqlal yang ada di Indonesia. Bahkan, peresmiannya pun dilakukan di Gaza dan secara virtual di Masjid Istiqlal di Jakarta,” jelas Nandang.

Masjid itu menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Khan Younis. Setiap hari, ribuan jamaah memenuhi ruang shalat empat lantainya. Di lantai bawah, tersimpan harapan lain: ruang-ruang kecil yang menjadi sekolah tahfidz untuk anak-anak Gaza, aula serbaguna untuk masyarakat, hingga gudang logistik yang menampung bantuan kemanusiaan dari Indonesia.

0 Komentar