JABAR EKSPRES — Kerja sama perikanan Indonesia dan China melalui skema Technical Cooperation Guidelines (TCG) tak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap.
Program tersebut juga membuka lapangan kerja bagi 669 tenaga kerja Indonesia yang terlibat dalam pengoperasian 33 kapal perikanan berbendera Indonesia di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718 atau perairan Arafura.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan keterlibatan tenaga kerja Indonesia menjadi salah satu nilai tambah dari pelaksanaan kerja sama tersebut.
Baca Juga:Kemantapan Jalan Tasikmalaya Naik, Bupati Cecep: Tembus 70 Persen Akhir Tahun Ini!Masyarakat Desa Linggaraja Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Serentak di 4 Titik
Menurut dia, program TCG tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi ikan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan.
Kesempatan kerja tersebut dirasakan langsung oleh awak kapal yang terlibat dalam program. Mualim I KM SMMRF 88, Erwin Agung Triono, mengatakan program TCG memberikan kesempatan bagi awak kapal untuk menambah pengalaman sekaligus meningkatkan keterampilan di bidang perikanan.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga pengalaman yang diperoleh para awak kapal dapat menjadi bagian dari proses regenerasi sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan.
Hal serupa disampaikan Marito, nelayan asal Kebumen, Jawa Tengah. Menurut dia, program tersebut memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di sektor perikanan.
“Tenaga masih banyak yang menganggur akhirnya bisa terserap dalam rangka mengikuti program TCG ini,” ujarnya.
Selain membuka kesempatan kerja, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan awak kapal yang terlibat mendapatkan sejumlah hak dan perlindungan. Mereka memperoleh gaji serta bonus atau premi yang disesuaikan dengan hasil tangkapan.
Para pekerja juga mendapatkan perlindungan berupa asuransi kesehatan, kematian, dan ketenagakerjaan.
Baca Juga:Tiga Tahun Menanti, Arian Ingin Akhiri Perjalanan Bersama GPS dengan GelarDari Laut hingga Dewi Parwati, Lima Cerita Indonesia di Best Five DBL Dance West Java-East
Dari sisi produksi, 33 kapal perikanan berbendera Indonesia yang beroperasi di WPPNRI 718 diproyeksikan menghasilkan sekitar 9.500 ton ikan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
Operasional kapal-kapal tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap nasional. Selain itu, kerja sama ini diproyeksikan memberikan kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp65 miliar.
Kerja sama TCG merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Presiden RI ke China pada 9 November 2024 yang menghasilkan kesepakatan joint statement antara kedua negara.
