JABAR EKSPRES – Pemerintah kian memacu talenta teknisi guna mendorong industri ekonomi kreatif berbasis digital naik kelas. Hal itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya secara tertulis, Senin.
Menurutnya, saat ini keterampilan reparasi perangkat seluler menjadi hal penting dalam mendukung aktivitas ekonomi kreatif berbasis digital.
Itu mengingat, secanggih apapun kreativitas digital yang ada jika tidak diiringi perangkat yang mendukung maka inovasi tersebut tidak akan pernah sampai ke penggunanya.
Baca Juga:SOR Kaliki Bersiap Dilanjutkan Usai Mangkrak Sejak 20214, Anggaran Disiapkan Rp72 MiliarLongsor Tengah Malam di Salawu Tasikmalaya Putus Saluran Irigasi Cibiuk, Tagana Ingatkan Zona Rawan
Untuk itu, pihaknya dalam hal ini Kementerian Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengapresiasi gelaran World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 yang diinisiasi Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN).
“Perangkat yang andal menjadi salah satu fondasi bagi kreator konten, pengembang aplikasi, hingga pelaku usaha untuk menghasilkan karya dan menjangkau pasar,” ujarnya, mengutip ANTARA, Senin (28/9/2026).
“Di titik inilah talenta para teknisi memiliki peran yang sangat penting,” sambung dia.
World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 yang digelar di Gedung Kemenaker, Jakarta pada 26-27 September 2026 ini diikuti 1.500 peserta dari berbagai daerah untuk mendorong penguatan talenta teknisi dalam ekosistem digital.
Menteri Ekraf menekankan empat nilai bagi peserta, yakni kompetensi, sportivitas, kolaborasi, dan daya saing.
Melalui acara ini, Kemenekraf dan Kemnaker turut mendorong ekosistem digital semakin besar, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan teknisi di berbagai daerah atau menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga bertujuan untuk mengisi kebutuhan reparasi ponsel di regional bahkan global dari talenta-talenta Indonesia.
“Karena itu, CGC Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya talenta, industri, komunitas, dan pemerintah untuk memperluas peluang kolaborasi di sektor digital,” tambah Riefky.
Baca Juga:Jumat Keliling Polres Tasikmalaya, Polisi Hadir di Tengah WargaBejat! Pria 50 Tahun di Tasikmalaya Diduga Gagahi Bocah SD hingga Enam Kali
Sebelumnya, Indonesia mencatat prestasi sebagai juara dunia kategori tim pada CGC 2025.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi mencakup keterampilan reparasi perangkat seperti CPU iPhone, CPU Android, dan glass repair pada tingkat nasional, serta reparasi perangkat pada tingkat Asia.
“Teknisi ponsel bukan sekadar orang yang memperbaiki perangkat saja. Dibutuhkan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, pengalaman, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah. Makin maju sebuah teknologi, semakin tinggi pula tuntutan kompetensinya,” ungkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
