JABAR EKSPRES – Ratusan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mendapat dukungan biaya pendidikan melalui Program Zakat dan Infak Gajah, sebuah inisiatif sosial yang menghimpun zakat dan infak dari para alumni. Program ini dijalankan oleh Rumah Amal Salman sejak 2017 dan telah menjadi salah satu penopang penting bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial.
Sepanjang 2024, total dana yang berhasil disalurkan mencapai Rp2,3 miliar per tahun untuk sekitar 400 mahasiswa, baik muslim maupun non-muslim. Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan Ditmawa ITB, BPUDL, IA-ITB, dan berbagai komunitas alumni.
“Sejak awal, tujuan kami membuat program ini memastikan tidak ada mahasiswa ITB yang kesulitan melanjutkan studi hanya karena faktor biaya. Solidaritas alumni inilah yang membuat Program Zakat dan Infak Gajah terus berjalan hingga hari ini,” ujar perwakilan Rumah Amal Salman, Minggu (28/9/25)
Baca Juga:Digelar Serentak di 5 Kampus, Ribuan Siswa Ikuti Try Out Nasional Beasiswa Perintis 2026BOB Susu Mbok Darmi Hadirkan Olahraga yang Lebih Fun dan Inklusif dari Padel hingga Lari
Tahun ini, Program Zakat dan Infak Gajah menggandeng ITB Ultra Marathon untuk memperkuat misi sosial. Lewat acara olahraga tahunan tersebut, donasi alumni dan masyarakat diarahkan untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT.
Menurut Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa kategori tidak mampu jauh lebih banyak daripada kuota bantuan yang tersedia.
“Dari sekitar 450 mahasiswa kategori tidak mampu yang belum terfasilitasi KIP-K, kuota yang tersedia hanya 269 orang. Artinya, masih banyak mahasiswa yang perlu kita bantu bersam,” jelas Irwan selaku Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan ITB
Selain menghimpun dukungan finansial, Rumah Amal Salman juga memfasilitasi donatur yang ingin menyalurkan zakat maupun infak mereka dengan status sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).
“Sebagian alumni berharap donasi mereka diniatkan sebagai zakat atau infak. Kami memastikan seluruh dana itu sepenuhnya disalurkan ke ITB, sesuai mekanisme Beasiswa Rumah Amal Salman,” tambah pihak Rumah Amal Salman.
Sebagai bentuk dukungan, Rumah Amal Salman turut mengirim dua grup pelari dalam ITB Ultra Marathon yang menempuh rute Jakarta–Bandung sejauh 180 km. Relay 1 diwakili oleh Ibu Nurul Wulandari, sedangkan Relay 16 terdiri dari oleh alumni, donatur, amil, dan relawan.
