JABAR EKSPRES – Komisi IV DPRD Jabar mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, salah satunya Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Infrastruktur itu untuk menekan masalah sampah di Jawa Barat, termasuk menata kawasan kumuh yang masih tersebar di Jabar.
Anggota Komisi IV Daddy Rohanady menuturkan, sampah ini sudah menjadi masalah serius di Jawa Barat. Beberapa daerah juga sempat menetapkan status darurat, misalnya Kota Bandung beberapa waktu lalu.
Baca Juga:KPU Jabar Gagas Penambahan Jumlah Kursi DPRD, Begini Kata Legislator!Derita Warga Tergusur, DPRD KBB Desak Pemprov Jabar Tak Abaikan Kemanusiaan
Karena itu, penanganan sampah itu tidak cukup mengandalkan di hilir yakni TPA atau TPPAS. Pengelolaan harus dipecah sedari hulu, termasuk di antaranya adalah pengoperasionalan TPS3R.
Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,7 miliar untuk mendukung penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Cirebon. Salah satunya melalui pembangunan TPS 3R yang menjadi solusi penting dalam pengelolaan sampah.
“Ini agar sampah tidak semuanya menumpuk di hilir. Oleh karena itu percepatan TPS 3R harus menjadi perhatian, beban TPA regional bisa berkurang,” tuturnya.
Daddy melanjutkan, penanganan kawasan kumuh bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Ini bukan untuk DPRD Jawa Barat, bukan pula untuk pribadi tapi untuk warga. Mudah-mudahan masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya, terutama dalam menciptakan lingkungan yang lebih layak dan sehat,” tegasnya.
Program serupa juga tengah dijalankan di daerah lain seperti Kabupaten Indramayu hingga wilayah Selatan Jawa Barat. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan antara utara dan selatan.(son)
