Aksara Sunda Dicanangkan Masuk Kurikulum hingga Ekskul, Disdik CImahi Siapkan Skema Integrasi

Aksara Sunda Dicanangkan Masuk Kurikulum hingga Ekskul, Disdik CImahi Siapkan Skema Integrasi
Sekdisdik Kota Cimahi, Heni Tishaeni saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana memasukkan Aksara Sunda ke dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SD dan SMP tengah dibahas serius oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

Isu memasukkan Aksara Sunda ke dalam kurikulum ini mengemuka seiring upaya pemerintah daerah menghidupkan kembali warisan budaya lokal yang mulai ditinggalkan generasi muda.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Heni Tishaeni, menegaskan pihaknya menyambut baik wacana tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya Sunda, termasuk Aksara Sunda, memang seharusnya menjadi bagian dari proses pendidikan.

Baca Juga:Aksara Sunda Jadi Wacana Kurikulum, Sekolah di Cimahi Pilih EkstrakurikulerNgatiyana Ingatkan Bahaya Hilangnya Budaya, Pemkot Gelorakan Aksara Sunda di Nama Jalan dan Sekolah

“Nah nanti ke kita juga sudah ada yang datang, nanti kita pertemukan dengan MGMP Bahasa Sunda, Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,” ujar Heni saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Kamis (25/9/2025).

Heni menjelaskan, sebenarnya materi Bahasa Sunda sudah terintegrasi dalam pembelajaran, termasuk pengenalan aksaranya. Namun, untuk mempertegas implementasi, perlu dilakukan musyawarah bersama.

“Mungkin kita pertemukan dulu, kemudian dimusyawarahkan apakah masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler, atau dimasukkan langsung ke kurikulum. Kalau kurikulum atau sebagai pembelajaran, nanti kita ketemu dulu, diskusi dulu,” paparnya.

Terkait kesiapan guru, Heni memastikan tidak akan ada keberatan dari tenaga pendidik. Meski demikian, penyesuaian dan pelatihan ulang tetap diperlukan agar pembelajaran berjalan efektif.

“Enggak sih, kalau guru-guru insya Allah enggak akan keberatan. Ya namanya guru kan memang harus terus meng-update diri dengan materi-materi pembelajaran. Jadi, paling hanya perlu penyesuaian dan pelatihan kembali,” tegasnya.

Heni juga menyoroti adanya perbedaan bentuk Aksara Sunda, termasuk Aksara Sunda Buhun yang disebut-sebut lebih kuno. Hal ini, katanya, masih membutuhkan kajian dan diskusi lebih lanjut.

“Iya, jadi Aksara Sundanya ada yang baru ini, itu kan Sunda Buhun katanya ya. Kita juga baru ketemu sekali. Nanti mungkin dibahas lagi, didiskusikan lagi, karena yang sudah ada itu berbeda. Kalau yang Buhun itu kan tulisan-tulisan kuno, nah itu mungkin nanti kita musyawarahkan dulu,” tandas Heni.

Baca Juga:Belajar Aksara Sunda, Anak-Anak Cimahi Tantang Diri di Tengah Gempuran GadgetPelestarian Aksara Sunda Jadi Fokus Disbudparpora Kota Cimahi pada Siswa Siswi 

Sebelumnya, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menekankan bahwa pemerintah berkomitmen menghidupkan kembali Aksara Sunda agar lebih dikenal masyarakat.

0 Komentar