JABAR EKSPRES – Upaya pelestarian budaya lokal di Kota Cimahi kembali ditegaskan melalui lomba cipta puisi dan lomba menulis naskah Aksara Sunda yang digelar Disbudparpora Kota Cimahi bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Cimahi (DKKC).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program hibah kebudayaan 2025 sekaligus wujud implementasi Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan.
Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Cimahi, Ares Rudhiansyah, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan dua dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan, yakni bahasa serta tradisi lisan.
Baca Juga:Dinkes Kabupaten Bandung Pastikan Tidak Ada Tunggakan BPJS Kesehatan, Hanya Tagihan BerjalanYusuf Manshur Buka Donasi untuk Keluarga Mendiang Affan Kurniawan, Warganet: Gak Usah Mancing-mancing Dah!
“Salah satunya melalui literasi, manuskrip, dan aksara. Hari ini kita berfokus pada lomba cipta puisi dan lomba menulis Aksara Sunda bagi siswa maupun tenaga pendidik,” ungkapnya.
Menurut Ares, lomba ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang apresiasi bagi masyarakat, khususnya pelajar, untuk semakin dekat dengan akar budaya lokal.
Pemerintah Kota Cimahi, kata dia, mendukung penuh kegiatan yang menghidupkan kembali aksara Sunda agar tetap relevan di era modern.
Lebih jauh, Ares menyinggung keinginan Wali Kota Cimahi yang mendorong agar keberadaan aksara Sunda ditampilkan di berbagai ruang publik.
“Pak Wali ingin ada aksara Sunda terpampang di beberapa sudut kota, berdampingan dengan tulisan berbahasa Indonesia,” tuturnya.
Tujuannya, lanjut Ares, agar masyarakat merasakan keseimbangan sekaligus mengingatkan bahwa Cimahi memiliki maestro aksara Sunda, yakni Abah Yudhistira Purana Syakirti atau Ujang Laib.
“Beliau yang sudah mendapatkan gelar maestro kebudayaan,” jelasnya.
Contoh nyata penerapan tersebut, lanjutnya, sudah terlihat di kawasan Kampung Adat Cirendeu, di mana gapura dan penanda jalan menggunakan aksara Sunda hasil masukan dari para maestro.
Baca Juga:Bertahan hingga Malam, Massa Merangsek Masuki Kompleks DPR! Sempat Diteriaki "Pengalihan Isu", Dedi Mulyadi Temui Massa Aksi di Depan Gedung DPRD Jabar
Meski sempat mengalami kendala di masa lalu, terutama karena keterbatasan tenaga pendidik, kini Cimahi mulai mengalami kemajuan signifikan.
“Dulu sulit karena tidak ada guru yang bisa mengajarkan aksara Sunda. Namun dua tahun terakhir, murid-murid dari Pak Ujang Laib sudah ikut memberikan edukasi ke sekolah-sekolah. Saat ini aksara Sunda sudah masuk sebagai muatan lokal di beberapa sekolah, baik dalam pelajaran Bahasa Sunda maupun Seni Budaya,” terang Ares.
