Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan yakni penggunaan Aksara Sunda pada papan nama jalan di Kota Cimahi.
Tak berhenti di situ, Pemkot Cimahi juga berencana memasukkan Aksara Sunda dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah dasar dan menengah.
“Kami akan menghidupkan lagi aksara daerah. Kalau di Kota Cimahi berarti Aksara Sunda. Saat ini kan mulai ditinggalkan, apalagi anak muda banyak yang tidak tahu seperti apa Aksara Sunda,” ujar Ngatiyana.
Baca Juga:Aksara Sunda Jadi Wacana Kurikulum, Sekolah di Cimahi Pilih EkstrakurikulerNgatiyana Ingatkan Bahaya Hilangnya Budaya, Pemkot Gelorakan Aksara Sunda di Nama Jalan dan Sekolah
Menurutnya, pengenalan budaya ini akan lebih efektif jika dimulai sejak dini melalui sekolah. Karena itu, ia mendorong agar program ekstrakurikuler Aksara Sunda dilakukan secara rutin.
“Saya titip ke Kadisdik dan para kepala sekolah supaya ada ekstrakurikuler seminggu sekali, barangkali satu sampai dua jam, agar siswa tahu seperti apa Aksara Sunda dan bisa menulisnya. Ini sebagai upaya melestarikan budaya,” tutup Ngatiyana. (Mong)
