MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 1 2025-2026 Munculkan Banyak Calon Bintang Pesepakbola Putri Baru

MilkLife Soccer Challenge
Para pemain SDN 074 Ayudia saling berebut bola dengan para pemain SDN 167 Mengger Girang di pertandingan MilkLife Soccer Challenge Bandung Series 1 2025-2026, Sabtu (20/9/2025). Pada laga itu SDN 167 Mengger Girang berhasil menang dengan skor akhir 3-0. (Foto: Nur Aziz/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 1.904 siswa dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang terbagi dalam 64 tim Kelompk Usia (KU) 10, dan 112 tim KU 12, mengikuti Turnamen Sepak bola Putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 1 2025-2026.

Kota Bandung menjadi kota keenam dari rangkaian 10 kota penyelenggaraan event sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini. Khusus di Kota Bandung, pertandingan dimulai dari 16 hingga 21 September 2025, di Lapangan Chandradimuka Pusat Pendidikan Infantri (Pusdikif) dan Stadion Sidolig Bandung, Jawa Barat.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Bandung, Fauzi Bramantio mengklaim jika progres luar biasa terlihat pada MLSC Bandung 1 2025-2026 kali ini. Hal tersebut dibuktikan dari munculnya beberapa bintang baru, termasuk banyaknya peserta baru dari sekolah-sekolah yang sebelumnya tidak ikut dalam turnamen MilkLife Soccer Challenge.

Baca Juga:Keselamatan Pekerja Jadi Prioritas, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pasar Budaya K3 di PT KahatexMenkes RI Apresiasi Baksos Kesehatan Gigi FKG Unjani dan PDGI KBB di Parongpong

”Kami juga melihat pada MLSC kali ini, sekolah-sekolah yang sudah berpartisipasi sejak tahun lalu semakin konsisten melakukan pembinaan,” ungkap Fauzi di Lapangan Chandradimuka Pusenif, Kota Bandung, Sabtu (20/9/2025).

Fauzi menilai, antusiasme peserta yang cukup tinggi menandakan jika ekosistem sepak bola putri mulai tumbuh dari level paling dasar dan mulai nyata banyak digemari oleh masyarakat. Terlebih, Bandung memiliki budaya sepak bola yang kuat. Termasuk dalam hal sepak bola putri.

”Ekosistemnya hidup, atmosfernya pun luar biasa. Sehingga, begitu ada wadah, banyak pihak langsung antusias ingin ikut serta,: terangnya.

Menurutnya, kehadiran MilkLife Soccer Challenge membuat gairah sepak bola putri di Bandung semakin meningkat. ”Saya rasa MLSC ini sangat memotivasi anak-anak putri untuk terjun ke sepak bola,” ujarnya.

Fauzi menilai, salah satu faktor pendorong antusiasme peserta adalah keberhasilan MLSC tahun lalu yang melahirkan talenta sepak bola putri berbakat yang terpilih menjadi pemain All Stars Bandung kategori KU 12, untuk menjadi wakil Indonesia di tim Junior Soccer School and League (JSSL) Singapore 7’s 2025.

”Tahun lalu ada tiga pemain hasil MLSC yang jadi tim JSSL, mereka adalah Kazumi Zalfa Arrobi’Nurlan dari SDN 203 Kacapiring Bandung, Amanda Fitriani dari SDN 073 Pajagalan A Bandung dan Bilqis Fatimah dari Azzahra SMPN 2 Lembang,” sebutnya.

0 Komentar