Kota Banjar Berdaya: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, Pendidikan Menguat

Kota Banjar Berdaya: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, Pendidikan Menguat
Wali Kota Banjar Ir H Sudarsono dan Wakil Wali Kota Banjar Dr H Supriana MPd saat panen raya padi di Kelurahan Muktisari Kota Banjar belum lama ini. (foto: Humas Pemkot Banjar)
0 Komentar

Persentase warga miskin berhasil dipangkas dari 6,73 persen menjadi 5,85 persen. Yang tak kalah penting, kesenjangan ekonomi juga menyempit, terbukti dari Indeks Gini yang turun dari 0,362 menjadi 0,318. Artinya, hasil-hasil pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dinikmati secara lebih adil dan merata oleh seluruh kalangan, tidak hanya terpusat pada kelompok tertentu.

Namun, Pemerintah Kota Banjar tidak berhenti sampai di sini. Untuk memacu dan memastikan tercapainya target pembangunan jangka menengah tahun 2025-2026, telah dicanangkan sebuah program komprehensif bertajuk “Banjar Berdaya – Bangun Masagi”.

Program ini dirancang dengan filosofi pemberdayaan yang mengutamakan pendekatan dari akar rumput (bottom-up), sehingga benar-benar sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di tingkat paling dasar.

Baca Juga:Menkop Klaim Kopdes Merah Putih Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional, Benarkah?Isu Monopoli Penjualan BBM, Ini Kata Dirut Pertamina!

“Banjar Berdaya ini lebih dari sekadar program pemerintah; ini adalah sebuah gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat untuk membangun kemandirian dan ketahanan kota kita. Kami mendirikannya di atas lima pilar utama, yaitu Berdaya Pangan, Berdaya Lokal (untuk menguatkan UMKM), Berdaya Didik, Berdaya Pacu (fokus pada infrastruktur dan iklim investasi), dan Berdaya Tahan (yang menguatkan ketahanan terhadap bencana dan guncangan sosial),” jelas Sudarsono memaparkan strategi ke depannya.

Lima pilar ini diharapkan menjadi penggerak utama yang akan memastikan transformasi Kota Banjar berlangsung secara berkelanjutan, berkualitas tinggi, dan inklusif.

Target yang dicanangkan untuk dua tahun ke depan mencerminkan ambisi besar tersebut. IPM ditargetkan menyentuh angka 74,50 pada 2026. Sektor kesehatan mendapat perhatian khusus dengan target Indeks Kesehatan yang diproyeksikan melonjak dari 80,69 menjadi 84,80.

Di bidang ekonomi, PDRB per kapita ditargetkan mencapai Rp26,70 juta, dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil di atas 5 persen. Tingkat kemiskinan diperkirakan akan terus menyusut hingga berada di bawah 5,5 persen, tepatnya 5,25 persen di tahun 2026, didukung oleh tingkat pengangguran yang menurun dan ketimpangan (Indeks Gini) yang semakin membaik ke level 0,317.

Komitmen terhadap masa depan yang hijau juga diwujudkan dengan memasukkan target pengelolaan emisi Gas Rumah Kaca ke dalam agenda.

Dengan landasan yang sudah kuat dan peta jalan yang jelas, Pemerintah Kota Banjar percaya diri mewujudkan visinya untuk menciptakan Banjar yang lebih sejahtera, mandiri, dan berkelanjutan.

0 Komentar