JABAR EKSPRES – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perikanan memainkan peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal. Namun, keterbatasan pemahaman tentang keuangan sering menjadi penghambat bagi pelaku usaha untuk naik kelas.
Menyadari hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah konkret dengan memperkuat literasi keuangan para pelaku UMKM perikanan melalui program pembinaan berjenjang.
“Pengelolaan keuangan yang baik memudahkan UMKM mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Tornanda Syaifullah dikutip dari ANTARA, Rabu (10/9).
Baca Juga:Pastikan Kepatuhan Proses Halal, BPJH Berencana Inpeksi Pabrik Nampan MBG di China Lakukan Penanganan Terpadu, Mendag Pastikan Isu Udang Radioaktif Tak Ganggu Ekspor ke AS
Program ini menyasar wilayah dengan konsentrasi UMKM tinggi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau.
Ia juga menjelaskan program ini butuh pendampingan bertahap, dengan melibatkan penyuluh perikanan sebagai ujung tombak di lapangan.
“Pembinaan akan fokus diarahkan di wilayah dengan konsentrasi UMKM cukup besar, termasuk kelompok usaha yang berkembang secara komunal agar pembinaan tidak hanya menyasar individu, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha bersama,” ujarnya.
Menurutnya, dari 329 UMKM terkurasi yang telah mengisi kuesioner berdasarkan enam aspek penilaian utama, yaitu pengetahuan dasar, keuangan pribadi, keuangan usaha, teknologi dan inovasi keuangan, sikap keuangan, serta pengambilan keputusan.
Berdasarkan data tersebut, mayoritas UMKM masih berada di tingkat literasi keuangan menengah (47 persen), sebagian sudah tinggi (34 persen), dan sisanya berada pada kategori cukup rendah (16 persen) hingga rendah (4 persen.
“Kondisi ini memperlihatkan perlunya pembinaan berjenjang sesuai tingkat literasi masing-masing agar UMKM semakin siap mengelola usaha, mengakses pembiayaan, dan naik kelas,” jelasnya.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama KKP-UNIDO setelah melakukan pemetaan literasi keuangan bagi UMKM sektor kelautan dan perikanan, maka akan disiapkan modul pembinaan literasi keuangan sebagai pedoman pendampingan bertahap.
Baca Juga:Produktivitas Jadi Kunci Strategi RI Tinggalkan Jebakan Negara Berpendapatan MenengahMenhub Sebut Pembukaan Rute Internasional Perkuat Daya Saing Indonesia di Tingkat Global
Pemetaan literasi keuangan ini menjadi dukungan nyata KKP terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo.
Dengan adanya program ini, UMKM perikanan diharapkan semakin siap menjadi bagian dari KDMP, mengelola usaha transparan, mengakses pembiayaan, dan memperkuat kelembagaan koperasi desa.
