Pastikan Kepatuhan Proses Halal, BPJH Berencana Inpeksi Pabrik Nampan MBG di China 

Alokasi Rp335 Trilun untuk MBG Bakal Untungkan UMKM?
Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama berencana melakukan inspeksi langsung ke pabrik produsen nampan makanan di China yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil untuk memastikan proses produksi peralatan makan tersebut sesuai dengan prinsip halal.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan bahwa inspeksi ini merupakan respons atas kekhawatiran publik terkait dugaan kontaminasi bahan non-halal, termasuk penggunaan minyak babi, dalam produksi nampan.

Baca Juga:Lakukan Penanganan Terpadu, Mendag Pastikan Isu Udang Radioaktif Tak Ganggu Ekspor ke ASProduktivitas Jadi Kunci Strategi RI Tinggalkan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah

“Mudah-mudahan dalam minggu ini kami akan berangkat ke China karena kami tidak melayani (komentar berdasarkan) isu, tidak melayani (komentar berdasarkan) berita-berita yang hoaks. Kami harus menyaksikan lebih dulu (proses produksinya). Kami harus audit lebih dulu semuanya,” kata Haikal dikutip dari ANTARA, Selasa (9/9).

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengambil kesimpulan hanya berdasarkan rumor atau informasi yang belum terverifikasi.

Haikal menjelas sebagian besar nampan yang digunakan dalam program MBG diimpor dari China, karena produsen lokal tidak mampu memenuhi kekurangan 70 juta nampan.

Meski demikian, BPJPH menegaskan komitmennya untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri semaksimal mungkin.

“Karena kan kebutuhan lokal ini tidak sanggup memenuhi, sehingga sebagian impor. Kami memang sama (dengan kementerian dan lembaga lainnya), sepakat (dengan slogan) ‘Cintailah produk-produk Indonesia’, itu sepakat. Namun, kalau ternyata kebutuhannya belum memenuhi, dengan sangat terpaksa juga impor,” katanya.

Sebelumnya, beredar di media sosial laporan dari Indonesia Business Post yang melakukan investigasi di wilayah Chaoshan, bagian timur Provinsi Guangdong, China yang diduga merupakan importir ompreng untuk program MBG di Indonesia.

Dalam laporan tersebut, disebutkan adanya 30 hingga 40 pabrik yang memproduksi nampan untuk pasar global, termasuk salah satunya diduga untuk program MBG di Indonesia.

Baca Juga:Menhub Sebut Pembukaan Rute Internasional Perkuat Daya Saing Indonesia di Tingkat Global Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Pendidikan

Beberapa di antaranya juga diduga memalsukan label “Made in Indonesia” dan mencantumkan logo Standar Nasional Indonesia (SNI) secara ilegal.

Selain itu, ditemukan juga penggunaan nampan tipe 201 yang diduga mengandung mangan (logam berwarna putih keabu-abuan) yang tinggi dan tidak cocok untuk makanan asam.

0 Komentar