JABAR EKSPRES – Konektivitas udara Indonesia kembali menunjukkan geliat positif. Dua kota strategis, Semarang dan Palembang, resmi kembali melayani penerbangan internasional.
Langkah ini bukan hanya menandai pemulihan sektor transportasi pasca pandemi, tetapi juga membuka lembaran baru bagi penguatan ekonomi daerah dan perluasan jejaring global.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pembukaan kembali rute internasional sebagai langkah strategis memperluas aksebilitas transportasi udara sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Baca Juga:Belum Selaras! Ekonomi Tumbuh Tapi Pengangguran di Jabar TertinggiBI Berkomitmen Jaga Stabilitas Ekonomi untuk Mencapai Target 5,4 Persen pada RAPBN 2026
“Pembukaan rute internasional ini diharapkan tidak hanya membuka peluang mobilitas bagi wisatawan mancanegara dan pelaku usaha, tatapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan konektivitas global,” kata Menhub dikutip dari ANTARA, Senin (8/9).
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menjadi salah satu titik awal langkah strategis ini. Penerbangan dilakukan sejak Jumat (4/9/2025). AirAsia resmi melayani rute Kuala Lumpur–Semarang dengan frekuensi penerbangan tujuh kali dalam seminggu.
Ia juga menyampaikan langkah itu merupakan tindak lanjut dari penetapan 36 bandara internasional yang sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto untuk perluas konektivitas, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, serta perekonomian darah.
“Pembukaan kembali rute internasional ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperluas aksesibilitas transportasi udara di luar kota-kota besar,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang juga kembali terhubung dengan jaringan internasional melalui rute Kuala Lumpur–Palembang yang dioperasikan AirAsia Berhad sejak 18 Juli 2025 dengan frekuensi penerbangan tujuh kali seminggu.
Antusiasme pasar langsung terlihat. Penerbangan perdana Kuala Lumpur–Palembang mencatat tingkat keterisian kursi (load factor) di atas 90 persen.
Tak hanya AirAsia, Batik Air Malaysia akan ikut meramaikan jalur ini mulai 13 September dengan tiga kali penerbangan per minggu, disusul Scoot Airlines yang akan membuka rute Singapura–Palembang pada Januari 2026.
Baca Juga:Rencana Anggaran ESDM Capai Rp21,67 Triliun di RAPBN 2026, Ini Rinciannya!BI Berkomitmen Jaga Stabilitas Ekonomi untuk Mencapai Target 5,4 Persen pada RAPBN 2026
Bandara SMB II bahkan turut melayani penerbangan charter Umrah. Lion Air telah membuka rute Palembang–Jeddah sejak 10 Juli, disusul Garuda Indonesia lima hari kemudian. Dua rute ini kini beroperasi rutin dengan frekuensi mingguan.
