Lakukan Penanganan Terpadu, Mendag Pastikan Isu Udang Radioaktif Tak Ganggu Ekspor ke AS

Lakukan Penanganan Terpadu, Mendag Pastikan Isu Udang Radioaktif Tak Ganggu Ekspor ke AS
Ilustrasi ekspor udang dari Indonesia ke AS akan tetap berjalan ditengah isu dugaan radioaktif. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa isu dugaan kontaminasi radioaktif pada produk udang beku tidak akan mengganggu ekspor udang nasional ke pasar Amerika Serikat.

Penanganan terpadu tengah dilakukan oleh sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan keamanan produk perikanan Indonesia sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyampaikan bahwa kasus temuan radioaktif Cesium-137 pada produk udang yang diekspor ke AS hanya terbatas pada empat kontainer milik satu perusahaan, yakni PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Ia memastikan bahwa produk ekspor lainnya tetap aman dan tidak terdampak.

Baca Juga:Produktivitas Jadi Kunci Strategi RI Tinggalkan Jebakan Negara Berpendapatan MenengahMenhub Sebut Pembukaan Rute Internasional Perkuat Daya Saing Indonesia di Tingkat Global 

“Ya enggak ada masalah, kan ini yang kena kan empat container kan? Yang lainnya kan enggak ada masalah,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Selasa (9/9).

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) melaporkan adanya kontaminasi Cesium-137 dalam produk udang beku mentah yang diproses PT BMS Foods.

Produk tersebut telah beredar di sejumlah gerai Walmart di Alabama, Arkansas, Florida, Georgia, Kentucky, Louisiana, Missouri, Mississippi, Ohio, Oklahoma, Pennsylvania, Texas, dan West Virginia.

Menyikapi temuan tersebut, FDA menghentikan sementara impor dari perusahaan tersebut hingga dilakukan perbaikan sistem keamanan produksi.

Merespon kejadian tersebut, Budi menegaskan pihaknya bersama Kementerian terkait akan menindaklanjuti kasus ini sekaligus memperkuat langkah pencegahan.

“Justru kita itu bagaimana bisa mitigasi ke depan (agar) tidak ada kasus itu lagi,” katanya.

Saat ini, Kementerian Koordinator Bidang pangan tengah melakukan rapat koordinasi dengan jajaran kementerian terkait untuk membahas isu tersebut.

Baca Juga:Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop PendidikanKAI Dinilai Memiliki Peran Vital sebagai Transportasi Masyarakat yang Modern

Adapun Badan Pengawasan Tenaga Nulkikr (Bapeten) sebelumnya menyampaikan telah menemukan material radioaktif berupa scrap metal yang mengandung Cesium-137 di tempat pengumpulan besi bekas di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

“Ditemukan adanya scrap metal yang mengandung radioaktif sudah teridentifikasi dan kami berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan hal tersebut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, Bapeten bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Polri berkolaborasi memastikan penggunaan nulir di Indonesia tetap aman bagi masyarakat dan lingkungan.

0 Komentar