JABAR EKSPRES – Suasana khidmat dan penuh suka cita mewarnai peringatan Milangkala ke-16 Gong Perdamaian Dunia yang digelar di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (9/9/2025).
Acara yang mengusung tema besar ‘Perdamaian Menyatukan Hati’ ini berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.
Rangkaian kegiatan dimeriahkan dengan berbagai acara budaya yang sarat makna. Kirab Kebhinekaan menjadi pembuka yang sempurna, menampilkan keragaman budaya dan tradisi yang ada di Indonesia dengan iringan musik dan tarian tradisional.
Baca Juga:Lewat AyoKerjo Jateng, Gubernur Siapkan Beragam Lowongan Kerja Lulusan SMA-D2 Periode September-OktoberPerayaan HUT ke-24 Partai Demokrat di DPC Kota Bandung, Berlangsung Sederhana dan Khidmat
Prosesi Rajah Pasundan dan Ngagungkeun Gong menjadi puncak acara yang disaksikan dengan hikmat oleh seluruh hadirin. Tidak ketinggalan, pagelaran tari, seni, dan atraksi budaya turut memeriahkan perhelatan ini, menunjukkan betapa kayanya warisan budaya Nusantara.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan pidato yang mengingatkan semua pihak akan warisan nilai luhur perdamaian yang dipegang teguh oleh masyarakat Tatar Galuh.
Ia menjelaskan bahwa sejak dahulu, leluhur masyarakat Galuh telah mewariskan nilai-nilai perdamaian melalui Mupulung Rahayu, yang merupakan sepuluh perjanjian damai Galuh.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Tatar Galuh, Kabupaten Ciamis, betul-betul cinta damai. Setiap persoalan harus diselesaikan lewat musyawarah, tanpa perselisihan,” ujar Herdiat.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Dalam konteks nasional yang sedang menghadapi tantangan di bidang keamanan dan ketertiban, Herdiat mengajak semua elemen masyarakat untuk memulai dari diri sendiri dan dari Ciamis untuk menjaga perdamaian.
“Kita sama-sama tahu, keamanan dan ketertiban negara kita sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, mari kita mulai dari Ciamis, dari diri kita sendiri, untuk saling menghargai, menghormati, dan menjaga perdamaian. Mudah-mudahan Indonesia segera pulih, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Herdiat juga menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, semula dijadwalkan hadir namun batal karena terkendala cuaca yang tidak memungkinkan untuk penerbangan.
Baca Juga:Rupiah Terhadap Dolar Melemah, Pengaruh Pergantian Menkeu?Airlangga Sebut Belum Bisa Pastikan, Pihak Ini Benarkan Adanya PHK Massal di PT Gudang Garam!
“Pak Dedi sudah mau ke pesawat, sudah mau terbang, tetapi kondisi cuaca tidak memungkinkan jadi batal untuk hadir dalam kegiatan ini,” paparnya.
