Rawan Bencana, Bandung Barat Perkuat Sistem Darurat Kesehatan

Rawan Bencana, Bandung Barat Perkuat Sistem Darurat Kesehatan
Sejumlah anak-anak tampak mengenakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap akibat bencana kebakaran. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang.

Salah satu sektor vital yang saat ini tengah diperkuat, yakni langkah mitigasi dari petugas kesehatan. Mengingat bencana yang disebabkan Sesar Lembang berpotensi menimbulkan korban massal sehingga memerlukan penanganan cepat dan tepat.

Kepala Dinas Kesehatan KBB, Ridwan Abdullah Putra, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, untuk mengaktifkan Rencana Kontinjensi Kesehatan.

Baca Juga:BPBD KBB Siapkan Dokumen Renkon dan Latihan Evakuasi untuk Antisipasi GempaBMKG: Gempa Sesar Lembang Bisa Berdampak Besar, Perlu Mitigasi dan Kewaspadaan Warga

“Termasuk mekanisme triase massal, jalur evakuasi pasien, dan sistem komunikasi darurat. Semua harus berjalan terintegrasi agar penanganan bisa efektif saat gempa terjadi,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Kamis (4/9/2025).

Selain mengaktifkan rencana kontinjensi, menurut dia, Dinkes Bandung Barat juga menyiapkan sarana dan prasarana darurat, mulai dari ketersediaan obat-obatan esensial, peralatan P3K, tenda darurat, hingga peralatan medis mobile untuk mendukung pelayanan kesehatan di lapangan.

Ridwan menekankan bahwa kesiapan sarpras merupakan faktor penting agar pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun fasilitas utama terdampak bencana.

“Kesiapsiagaan tenaga medis juga diperkuat melalui pelatihan dan simulasi bencana secara berkala. Program ini mencakup pelatihan Basic Life Support (BLS), penanganan korban massal, hingga manajemen evakuasi pasien,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan pemetaan risiko dengan menentukan titik kumpul evakuasi di setiap fasilitas kesehatan, khususnya yang berada di jalur rawan Sesar Lembang, meliputi Kecamatan Lembang, Parongpong, Cisarua, dan Ngamprah.

“Langkah ini dilakukan untuk memperkecil risiko kepanikan serta mempercepat proses evakuasi pasien dan tenaga medis jika terjadi gempa besar,” tambahnya.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan bencana tidak bisa dilakukan sendirian oleh sektor kesehatan. Karena itu, Dinkes memperkuat koordinasi lintas sektor dengan BPBD, PMI, aparat desa, hingga organisasi profesi kesehatan.

Baca Juga:BMKG Ungkap Potensi Gempa Sesar Lembang Capai Magnitudo 5,5, Ini Daerah yang Paling TerasaWaspadai Sesar Lembang, BPBD Bandung Gelar Simulasi Gempa di Sekolah

“Koordinasi ini penting untuk memastikan respons cepat dan efektif. Penanganan bencana harus terpadu, tidak bisa parsial,” jelasnya.

Tak hanya tenaga medis, lanjut dia, masyarakat juga dilibatkan dalam kesiapsiagaan bencana. Dinkes KBB melaksanakan edukasi melalui kader kesehatan, posyandu, dan media komunikasi lokal.

0 Komentar