“Materi yang diberikan antara lain cara menghadapi gempa bumi, penyediaan tas siaga bencana, serta tata laksana kesehatan di pos pengungsian,” katanya.
“Dengan keterlibatan masyarakat sejak dini, diharapkan memunculkan kemandirian dalam penanganan darurat sebelum bantuan medis datang,” sambungnya.
Sebagai bentuk pengawasan, lanjut dia, setiap fasilitas kesehatan diwajibkan melaporkan langkah kesiapsiagaan serta kebutuhan tambahan logistik kepada Dinkes KBB secara berkala. Dengan sistem ini, kebutuhan di lapangan dapat segera dipenuhi dan tidak menimbulkan keterlambatan saat bencana benar-benar terjadi.
Baca Juga:BPBD KBB Siapkan Dokumen Renkon dan Latihan Evakuasi untuk Antisipasi GempaBMKG: Gempa Sesar Lembang Bisa Berdampak Besar, Perlu Mitigasi dan Kewaspadaan Warga
Ridwan menegaskan, seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan sektor kesehatan Bandung Barat benar-benar siap menghadapi skenario terburuk dari aktivitas Sesar Lembang.
“Kami tidak ingin lengah. Semua langkah mitigasi harus dijalankan, karena keselamatan warga adalah prioritas utama,” tandasnya. (Wit)
