Kementerian BUMN Dukung BTN Panjangkan Tenor KPR, Cicilan Bisa Rp1 Juta

Kementerian BUMN Dukung BTN Panjangkan Tenor KPR, Cicilan Bisa Rp1 Juta
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat mengunjungi hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Rabu (27/8/2025). Foto Agi
0 Komentar

“Jadi memang ini berlaku bukan hanya untuk subsidi, tapi juga untuk level menengah bawah. Kalau kita tidak turunkan eksuran (angsuran), demand set-nya juga bisa turun. Padahal segmen ini jumlahnya cukup besar,” ungkapnya.

Kartika juga menyoroti harga rumah subsidi yang saat ini dinilai sudah tidak seimbang dengan kenaikan harga bahan baku dan material.

Harga rumah subsidi yang berada di kisaran Rp166 juta perlu ditinjau ulang agar kualitas hunian tetap terjaga.

Baca Juga:Jamin Pasokan Kopdes Merah Putih, Wamenkop Siap Sinergikan BUMN dan SwastaAda Lowongan Magang Magenta BUMN 2025! Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

“Kita lagi usulkan supaya harga subsidi naik, karena secara nilai material dan bahan baku memang sudah tidak memadai. Dengan begitu, harga rumah menengah dan subsidi jaraknya tidak terlalu jauh. Kualitasnya pun bisa lebih baik,” tuturnya.

Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu menambahkan, pihaknya sedang menguji skema tenor 20–30 tahun agar cicilan turun Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.

“Buat masyarakat bawah, penurunan angsuran sebesar itu sesuatu banget. Harapan kita, dengan angsuran yang lebih ringan, penjualan bisa naik,” kata Nixon.

Selain memperpanjang tenor, BTN juga berupaya memangkas biaya awal kepemilikan rumah. Mulai dari uang muka (DP) yang semakin rendah, hingga biaya transaksi seperti PPN dan BPHTB yang kini sebagian ditanggung pemerintah.

“Sekarang beli rumah ya benar-benar bayarnya hanya untuk rumahnya saja. Kalau dulu PPN 11 persen terasa sekali. Itu sudah ditanggung pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumnas Tambok Setyawati menilai prospek perumahan di Jawa Barat, khususnya kawasan industri, masih sangat cerah.

“Di sini kawasan pabrik, mulai dari tekstil sampai industri besar. Jadi kebutuhan rumah dekat kawasan kerja pasti tinggi. Akses transportasi juga mendukung, ada kereta api sampai exit tol,” ungkap Tambok.

Baca Juga:Tangis Pecah di Pemakaman Pegawai Bank BUMN di Bogor! Istri: Suami Saya Orang Baik!Berjiwa Besar Menjaga Hubungan Baik, Ketum HCB Cabut Gugatan Wanprestasi FH BUMN

Perumnas sendiri mencatat, dari total lahan 41 hektare di salah satu proyek di Jawa Barat, tahap pertama seluas 20 hektare sudah habis terjual sekitar 1.500 unit dari rencana 2.800 unit.

“Sudah sold out semua. Ready stock tinggal 100 unit saja. Sisanya kita bangun sesuai pesanan,” tuturnya.

0 Komentar