JABAR EKSPRES – Untuk memastikan ketersediaan dan harga beras tetap aman di pasaran, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat (Jabar) terus melakukan pengecekan secara langsung di berbagai pasar tradisional dan ritel modern.
Kegiatan peninjauan ini juga dilakukan di wilayah Bandung Raya, di mana Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jabar telah turun langsung memantau kondisi pasar, baik di ritel modern maupun pasar tradisional.
“Dari hasil pengecekan yang kami lakukan, untuk stok beras di wilayah Bandung Raya dipastikan dalam kondisi aman dan tidak ada indikasi kelangkaan,” ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, Selasa (26/8).
Baca Juga:Mager Keluar Rumah? Ini 10 Aktivitas Self-Healing yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah SajaGlowing ala Jang Wonyoung? Ternyata Nggak Perlu Skincare Mahal, Ini Rahasianya!
Selain memantau stok, Wirdhanto juga menyampaikan bahwa pihaknya turut memperhatikan aspek harga dalam peninjauan tersebut. Berdasarkan hasil pantauan di beberapa pasar tradisional dan ritel modern di Bandung Raya, ia memastikan harga masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Untuk harga beras seperti medium di zona 1, termasuk Bandung Raya, Rp13.500 per kilogram, sementara untuk beras premium Rp14.900 per kilogram. Nah, dari hasil pengawasan kami baik di retail modern maupun di pasar tradisional, harga tersebut masih dipatuhi (sesuai HET) oleh para pedagang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wirdhanto menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri dan Kabareskrim kepada seluruh jajaran kepolisian untuk turun langsung ke masyarakat, memantau ketersediaan bahan pokok, dan memastikan harga pangan tetap stabil.
“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga stabilitas pangan. Kami melaksanakan pengecekan fisik dan harga beras secara langsung untuk memastikan bahwa distribusi dapat tetap berjalan lancar, stok tersedia, dan tidak terjadi penyimpangan harga,” tegasnya.
Jika ditemukan adanya penyimpangan, Wirdhanto menegaskan pihaknya akan langsung mengambil langkah hukum secara tegas.
“Karena kami ingin memastikan masyarakat tetap tenang, tidak ada kekhawatiran terhadap ketersediaan beras. Sehingga kami akan terus melakukan pengawasan secara intensif dan siap menindak tegas jika ada oknum yang mencoba merusak stabilitas pangan,” pungkasnya.
