Kota Bandung Siapkan Sistem Alarm Terintegrasi untuk Mitigasi Bencana

Kota Bandung Siapkan Sistem Alarm Terintegrasi untuk Mitigasi Bencana
Ilustrasi: Anak-anak saat mengikuti pelatihan mitigasi dan pengurangan risiko bencana beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Pemerintah Kota Bandung terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi, dengan membangun sistem mitigasi yang menyeluruh dan terintegrasi.

Salah satu langkah utama yang saat ini tengah disiapkan adalah pemasangan sistem alarm bencana terintegrasi yang dapat diaktifkan secara cepat dari Balai Kota jika terjadi gempa.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengungkapkan bahwa pembangunan sistem mitigasi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga menyentuh sisi edukasi masyarakat secara luas. Upaya edukasi tersebut dilakukan melalui pelatihan penyelamatan diri yang menjangkau semua jenjang pendidikan, mulai dari siswa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Baca Juga:Waspada Gempa Sesar Lembang, Pemkot Bandung Siapkan 6 Titik EvakuasiMitigasi Lebih Penting dari Teknologi, BRIN Ingatkan Risiko Gempa Sesar Lembang

“Sekarang kita mengedukasi masyarakat lewat pelatihan-pelatihan bagaimana cara menyelamatkan diri kalau terjadi bencana. SD semua, SMP, SMA sudah kita lakukan edukasi,” ujar Erwin, Senin (25/8/2025).

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa Kota Bandung saat ini sedang mempersiapkan sistem alarm darurat terpusat, yang terintegrasi ke berbagai lini penanganan bencana.

Dengan sistem ini, jika terjadi gempa bumi, alarm dapat segera diaktifkan dari satu pusat kendali di Balai Kota, untuk memberikan peringatan ke seluruh jaringan terkait.

“Nanti kita ada tombol di Balai Kota. Kalau terjadi gempa, kita pencet, semua sudah terintegrasi,” jelasnya.

Tak hanya menyasar institusi pendidikan, Pemerintah Kota Bandung juga mengarahkan edukasi kebencanaan hingga ke tingkat rumah tangga. Masyarakat diajarkan bagaimana menghadapi situasi darurat, terutama saat berada di dalam rumah ketika gempa terjadi.

Langkah ini, menurut Erwin, sangat penting untuk membangun budaya tanggap bencana di kalangan warga, mengingat Kota Bandung merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi risiko gempa dan bencana alam lainnya.

“Bagaimana saya menyelamatkan? Kita ajarkan. Sampai ke tingkat rumah tangga juga bagaimana kalau ada bencana,” katanya.

Baca Juga:BPBD Kota Bandung Dorong Mitigasi Gempa Lewat Edukasi Lapangan dan Penguatan Komunitas Akar RumputBPBD Kota Bandung Rancang Ruang Lindung Serbaguna untuk Rumah Tidak Tahan Gempa

Sebagai bagian dari strategi mitigasi, Pemkot Bandung juga melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, guna mengetahui area-area yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak gempa atau bencana lainnya.

Berdasarkan hasil pemetaan ini, sejumlah bantuan akan diberikan, khususnya bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak atau berisiko tinggi.

0 Komentar