BPBD Kota Bandung Dorong Mitigasi Gempa Lewat Edukasi Lapangan dan Penguatan Komunitas Akar Rumput

BPBD Kota Bandung Dorong Mitigasi Gempa Lewat Edukasi Lapangan dan Penguatan Komunitas Akar Rumput
Ilustrasi: Edukasi mitigasi pengurangan resiko bencana bagi anak-anak beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam upaya memperkuat sistem mitigasi bencana di Kota Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berinovasi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi gempa bumi, khususnya yang bersumber dari Sesar Lembang.

Salah satu program terbaru yang tengah dikembangkan adalah kegiatan edukatif bertajuk “Geotrek Sesar Lembang” yang mengajak masyarakat menjelajah langsung ke lokasi sesar aktif di kawasan Bandung.

Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan.

Baca Juga:Ancaman Sesar Lembang Menguat, Masyarakat Bandung Merespons dengan Beragam SikapAncaman Aktivitas Sesar Lembang, Cimahi Perkuat Antisipasi Bencana

Melalui Geotrek, warga diperkenalkan pada berbagai aspek geologi seperti bentuk perubahan kontur permukaan tanah akibat aktivitas sesar, jenis-jenis batuan penyusun wilayah tersebut, serta potensi pergerakan sesar yang berisiko memicu gempa.

“Saat masyarakat melihat secara langsung kondisi sesar aktif, kesadaran mereka terhadap risiko bencana meningkat pesat. Edukasi semacam ini jauh lebih membekas dibanding hanya mendengar paparan di dalam ruangan,” ujar Didi, Minggu (24/8/2025).

Tak hanya sekadar kegiatan fisik di lapangan, hasil dokumentasi dari program Geotrek ini juga akan diproduksi dalam bentuk video dokumenter.

Langkah ini bertujuan agar informasi dan edukasi yang diperoleh dari kegiatan tersebut bisa diakses oleh masyarakat luas, termasuk mereka yang tidak sempat mengikuti kegiatan secara langsung.

Lebih jauh, BPBD Kota Bandung tidak hanya fokus pada edukasi semata, tetapi juga tengah membangun sistem mitigasi yang kuat dengan melibatkan struktur sosial paling dasar di masyarakat.

Organisasi komunitas seperti RT, RW, dan kelurahan kini digandeng sebagai mitra utama dalam penyebaran informasi, pelatihan, dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Kami ingin setiap lingkungan, sekecil apa pun, memiliki kader siaga bencana yang paham prosedur evakuasi dan bisa menjadi motor penggerak di wilayahnya,” tambah Didi.

Baca Juga:Diprediksi Memiliki Kekuatan hingga 6,8 Magnitudo, Ini Panjang Aktivitas Sesar Lembang Menurut Badan GeologiAktivitas Sesar Lembang Meningkat, Status Siaga Bencana Cimahi Terancam Naik

Langkah ini dinilai krusial mengingat pentingnya koordinasi dan reaksi cepat saat bencana terjadi.

Oleh karena itu, BPBD juga memastikan bahwa seluruh titik evakuasi di wilayah Kota Bandung telah dipetakan secara detail. Data ini menjadi acuan penting dalam pelaksanaan pelatihan dan penyusunan prosedur darurat di tiap wilayah.

0 Komentar