Ma’asyiral Muslimin, sidang jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Dikisahkan, ketika perang Qadisiyah, Sa’ad bin Abi Waqqash memerintahkan Rabi’ bin Amir untuk menghadap Rustum; panglima perang Persia. Rustum bertanya kepada Rabi’ tentang tujuan kedatangan pasukan Islam ke wilayahnya.
Dengan lantang Rabi’ menjawab dan jawabannya itu tercatat rapi dalam tinta emas sejarah,
Baca Juga:Kolaborasi Bio Farma dan Garuda Indonesia: Perkuat Ketahanan Kesehatan NasionalDimulai Hari Ini! EIGER Buka Kompetisi Panjat Tebing EISCC 2025
“Kami datang ke sini untuk membebaskan manusia dari penghambaan terhadap sesama hamba kepada penghambaan kepada Allah subhanahu wata’ala yang Maha Esa, dan juga mengeluarkan manusia dari dunia yang sempit menuju dunia yang luas, serta juga mengeluarkan mereka dari kesewenang-wenangan kepada keadilan Islam.”
Selaras dengan hal tersebut, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah di dalam syarah kitab Al-Aqidah Al-Washatiyyah juga menjelaskan pengertian dari kemerdekaan itu ialah,
“Penghambaan kepada Allah adalah kemerdekaan yang hakiki. Orang yang tidak menyembah kepada Allah semata, maka dia adalah budak bagi selain Allah subhanahu wata’ala.”
Demikianlah. Merdeka itu ialah menyerahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah semata, bebas dari ketergantungan dan keterikatan dengan makhluk. Inilah hakikat kemerdekaan yang selaras dengan Islam.
Ma’asyiral Muslimin, sidang jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Maka, dengan dirgahayu bangsa ini yang ke-78, mari kita bersama-sama menjadikan negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Mari kita selaraskan arah tujuan bangsa ini dengan doa nabi Ibrahim ‘alaihissalam tentang makna kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitumenjadikan negeri ini sebagai negeri yang aman dan makmur, terbebas dari berbagai macam bentuk penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan tunggal hanya kepada Allah semata.
Baca Juga:Berapa Lama Bansos KAJ Cair Setelah Dapat Kartu ATM? Simak Jadwal dan Cara Pencairan di SiniAplikasi Ristecar Wajibkan Member Bayar Rp500.000, Apakah Penarikan Bisa Normal Lagi?
Demikian materi khutbah Jumat tentang hakikat makna kemerdekaan yang dapat kami sampaikan pada siang hari ini.
Mari bersama-sama kita meminta, berharap, dan berdoa agar kita semua dan keturunan anak cucu kita dijauhkan dari penghambaan kepada selain Allah, karena hakikat kita hidup di dunia ini tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka mengabdikan diri kepada Allah subhanahu wata’ala sebagaimana firman-Nya dalam surat adz-Dzariyat ayat 56,
