Silih berganti tahun, hakikat dari makna kemerdekaan itu sendiri telah mengalami pergeseran yang signifikan. Bahkan mereka mengartikan kemerdekaan sesuai dengan keinginan dan kepentingan belaka.
Ada yang mengartikan bahwa kemerdekaan itu adalah kebebasan beragama, sehingga terkesan melegitimasikan adanya Tuhan selain Allah. Mereka berasumsi bahwa umat manusia berasal dari satu leluhur yaitu keturunan Nabi Adam ‘alaihissalam.
Ada juga yang berpendapat kebebasan berpendapat dan berpikir sehingga memasukkan pemikiran-pemikiran yang sangat menyimpang dari ajaran Islam, bahkan sampai menoleransi ajaran yang tidak sesuai norma-norma Islam dengan menggunakan jargon hurriyyah (kebebasan) atau HAM. Pada akhirnya pemikiran seperti ini menjadi cikal bakal liberal, sekuler, feminisme dan pemikiran menyimpang lainnya.
Apakah seperti itu hakikat dari makna merdeka menurut ajaran Islam?
Baca Juga:Kolaborasi Bio Farma dan Garuda Indonesia: Perkuat Ketahanan Kesehatan NasionalDimulai Hari Ini! EIGER Buka Kompetisi Panjat Tebing EISCC 2025
Islam sudah menjelaskan kemerdekaan yang dimaksud, bukan seperti mereka yang mengartikan seenak sendiri. Karena merdeka bukan berarti berbuat semaunya tanpa ada pengikat, kemerdekaan itu terikat dengan rambu-rambu yang berlaku di dalamnya.
Ma’asyiral Muslimin, sidang jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Pada hakikatnya agama Islam adalah agama yang memberikan kemerdekaan kepada pemeluknya agar menjadi hamba yang benar-benar merdeka, karena agama ini datang untuk membebaskan manusia dari segala macam bentuk ikatan, terlebih menjadi budaknya manusia.
Dalam potret kehidupan nyata, jika seseorang bekerja di sebuah perusahaan, lantas ketika masuk jam shalat, bos perusahaan tidak mengizinkannya untuk shalat, apakah ini bisa disebut sebagai sebuah merdeka? Tentu saja tidak. karena dia masih terkekang oleh aturan hukum yang berlaku di perusahaan itu.
Ingin membangun gedung, rumah, atau jembatan diharuskan memberikan tumbal. Jika itu tidak dilakukan, diyakini akan ada jin dan hantu. Apakah ini makna kemerdekaan? Tentu bukan seperti ini.
Punya anak, karena takut kenapa-kenapa, datang ke dukun untuk dibuatkan penangkal ghaib dengan bantuan jin agar anak sehat dan kuat. Apakah ini makna kemerdekaan? Tentu bukan seperti ini.
Islam menginginkan agar tidak ada penghambaan seorang hamba kepada makhluk. Yang ada hanyalah penghambaan kepada Pencipta dan Penguasa Seluruh Hamba, yaitu Allah subhanahu wata’ala.
