Rusia Desak AS Dukung Solusi Dua Negara untuk Akhiri Konflik Israel-Palestina

Rusia Desak AS Dukung Solusi Dua Negara untuk Akhiri Konflik Israel-Palestina
Seorang anak tampak duduk termenung di tengah reruntuhan bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, Palestina, pada 29 Januari 2025. (SUMEBR FOTO: ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rusia menegaskan harapannya agar Amerika Serikat segera menyadari urgensi penerapan solusi dua negara dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Wakil Tetap Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, memperingatkan bahwa tanpa langkah tersebut, konflik di Gaza berpotensi menelan puluhan ribu korban jiwa tambahan, termasuk warga sipil tak bersalah dan sandera Israel yang telah ditahan hampir dua tahun.

“Kami secara konsisten dan tanpa perubahan telah mengadvokasi solusi diplomatik untuk masalah Palestina berdasarkan formula dua negara … Alternatifnya adalah kematian puluhan ribu orang yang sama sekali tidak bersalah, termasuk sandera Israel yang telah ditawan selama hampir dua tahun, dan Dewan Keamanan PBB, dengan kata lain, harus mencegah hasil ini,” ujar Polyanskiy

Baca Juga:Dewa United Banten FC Kalah dari Malut United, Riekerink Soroti Lemahnya TransisiHarga Emas Hari Ini, Minggu 10 Agustus 2025: Antam Turun Rp 8.000 per Gram

Berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB dalam pertemuan membahas Gaza, Polyanskiy menegaskan bahwa pihaknya konsisten mendorong penyelesaian diplomatik berdasarkan formula dua negara.

“Saya berharap akhirnya, Washington akan segera menyadari hal ini,” ujarnya.

Menurutnya, Dewan Keamanan PBB memiliki tanggung jawab mencegah eskalasi korban. Ia juga menuding AS bersikap “cuci tangan” dan membiarkan Israel bertindak bebas di Gaza.

Rusia mengusulkan pembentukan negara Palestina dengan perbatasan sesuai garis 1967 dan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Dukungan terhadap pengakuan Palestina juga semakin meluas di dunia internasional.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyatakan rencana mengakui Palestina pada September, dan Inggris berencana mengikuti langkah serupa jika Israel tidak segera mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza.

Hingga kini, Palestina telah diakui oleh 147 negara, termasuk 10 negara baru pada tahun 2024 seperti Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia. Namun, Amerika Serikat tetap tidak mengakui Palestina dan bahkan memveto keanggotaan penuhnya di PBB pada tahun yang sama.*

SUMBER: ANTARA

0 Komentar