JABAR EKSPRES – Pelatih Dewa United Banten FC, Johannes Hendrikus Olde Riekerink, mengakui timnya kalah dalam adu transisi cepat saat takluk 1-3 dari Malut United FC pada laga pembuka BRI Super League di Banten International Stadium, Kota Serang, Sabtu (9/8) malam.
Riekerink menuturkan bahwa kekuatan utama Malut United memang berada di permainan transisi. Ia menyebut gol pertama dan ketiga lawan tercipta lewat serangan transisi, sedangkan gol kedua akibat kesalahan individu pemainnya.
“Kita tahu kekuatan Malut FC ada di transisi. Gol pertama adalah transisi, gol kedua kesalahan individu, dan gol ketiga transisi. Jadi semoga ini menjadi pelajaran besar,” ujarnya usai pertandingan.
Baca Juga:Harga Emas Hari Ini, Minggu 10 Agustus 2025: Antam Turun Rp 8.000 per GramZelenskyy Berpotensi Hadiri Pertemuan Trump–Putin di Alaska
Menurutnya, skuad Dewa United sebenarnya datang dengan target untuk mendominasi jalannya laga sesuai hasil persiapan. Namun, di lapangan rencana tersebut hanya sebagian yang bisa dieksekusi.
“Satu bagian bisa kita lakukan, satu bagian lagi tidak. Pada akhirnya kita tidak mendapatkan poin,” katanya.
Pelatih asal Belanda itu menilai, kesalahan di awal babak kedua menjadi titik balik pertandingan.
“Kita bermain dua menit, lalu Wahyu Prasetyo membuat kesalahan, dan itu menjadi 2-0. Itu juga mempengaruhi mental tim,” ungkapnya.
Meski sempat tertinggal 0-3, Riekerink mengaku masih percaya timnya bisa bangkit. Ia bahkan merasa optimistis sepuluh menit menjelang laga usai, terlebih setelah berhasil memperkecil skor menjadi 3-1.
“Sepuluh menit sebelum akhir, saya masih merasa bisa mencetak tiga gol. Setelah skor 3-1, kita dapat peluang, saya yakin bisa 3-3,” ujarnya.
Meskipun begitu, peluang tersebut gagal dimanfaatkan untuk menambah gol.
“Kita dibunuh dengan transisi. Itu kualitas Malut, mereka sangat kuat, pelari, dan secara fisik bisa menahan bola. Cara main mereka berbeda dengan kita,” ujarnya.
Baca Juga:Jangan Salah Pilih! Ini Rekomendasi Starter SSR Gratis Uma MusumeYamaha Vega Force DB CW, Motor Bebek Andalan yang Irit dan Ideal
Riekerink menegaskan bahwa permainan transisi Malut United yang cepat, fisik yang kuat, dan kemampuan menahan bola menjadi perbedaan mencolok dibanding gaya main Dewa United.
“Kita bermain di stadion kita, di pertandingan pertama, dan itu semua mengecewakan. Kita harus belajar dari permainan ini,” u tegasnya.
