44 Bayi Jadi Korban Sindikat Perdagangan Manusia ke Singapura

Dok. Dirkrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan. Foto. Sandi Nugraha.
Dok. Dirkrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan. Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengungkap bahwa hingga saat ini, total 44 bayi telah menjadi korban sindikat perdagangan manusia yang melibatkan jaringan internasional ke Singapura.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, pada Kamis (7/8). Ia mengatakan bahwa penyelidikan masih terus dikembangkan, dan tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah.

“Hari ini total sudah ada 44 bayi yang menjadi korban. Dan kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah,” ujar Surawan.Dari 44 bayi tersebut, 27 bayi dijual ke luar negeri melalui pasar internasional, sementara 17 lainnya dijual di pasar lokal. Untuk proses adopsi lokal, tarif yang dikenakan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta per bayi.

Baca Juga:Ajak Warga Kibarkan Merah Putih, Bupati Bogor: Benteng Terakhir adalah Persatuan! Groundbreaking Dapur SPPG, Kapolres Bogor Sebut Bisa Layani 20 Ribu Penerima Manfaat

Surawan menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendalami keterangan dari para tersangka yang telah berhasil diamankan, guna membongkar seluruh jaringan sindikat ini.

“Kami masih terus mendalami keterangan para tersangka untuk mengungkap jaringan sindikat ini secara menyeluruh,” tambahnya.Sebelumnya, sejumlah temuan baru dalam kasus ini juga berhasil diungkap oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Jabar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sindikat ini telah memasarkan bayi baik untuk adopsi internasional maupun lokal.

“Banyak temuan baru, terutama soal bayi. Ada yang memang ditujukan untuk jaringan adopsi internasional, ada juga yang untuk pasar lokal,” jelas Surawan saat ditemui di Mapolda Jabar, Rabu (6/8).Polda Jabar menyatakan komitmennya untuk terus mengusut tuntas kasus ini demi mengungkap seluruh pelaku yang terlibat dan memutus mata rantai perdagangan manusia lintas negara tersebut.

0 Komentar