JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi bersiap menuntaskan persoalan banjir yang terus menghantui sejumlah wilayah. Salah satu strategi besar yang kini tengah disiapkan ialah proyek normalisasi daerah aliran sungai (DAS) dan penataan drainase, dengan estimasi anggaran yang tidak main-main, mencapai Rp80 miliar.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudhistira, menyampaikan kebutuhan anggaran jumbo itu merupakan hasil perhitungan untuk menyelesaikan program normalisasi DAS secara menyeluruh, termasuk sungai utama hingga sub-DAS di kawasan Cigugur hingga Melong.
“Jadi pada prinsipnya, banjir di Cimahi bisa tuntas untuk normalisasi sungai dan DAS saja membutuhkan anggaran sampai 80 miliar,” ujar Adithia saat ditemui di Kota Cimahi, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga:Dongkrak Perolehan Kursi, PPP Jabar Gembleng Kader di 27 Kota Kabupaten Lewat LKKDSumur Gas Pertamina EP di Cidahu Subang Meledak, 2 Pekerja Terluka
Namun, ia mengakui bahwa proyek sebesar itu tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat.
“Ini nggak bisa selesai dalam satu tahun, tapi insyaallah kita keureuyeuh selama lima tahun ini,” katanya optimistis.
Di sisi lain, Adithia juga menjelaskan bahwa Pemkot telah memiliki kajian awal terkait pengendalian banjir, baik dari sisi mikro maupun makro. Perbaikan drainase menjadi fokus pertama yang akan mulai dikerjakan pada tahun depan.
“Untuk skala mikro mulai tahun depan kita akan coba membenahi drainase yang ada di sepanjang jalan Kota Cimahi,” ungkapnya.
Selain itu, Adithia juga menyoroti perlunya membangun ground tank di sepanjang Jalan Amir Mahmud, sebagai titik rawan genangan air saat hujan deras.
“Lalu bagaimana memikirkan membangun ground tank di sepanjang Jalan Amir Mahmud agar genangan-genangan air yang sering terjadi ketika hujan besar turun di Cimahi selalu jadi kendala banjir, ya di jalan Amir Mahmud, itu untuk penuntasan,” ujarnya.
Di tahun 2026, Pemkot Cimahi juga menargetkan akan mulai program normalisasi sungai Cimahi dan sub-DAS menuju Cigugur hingga Melong. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keberadaan bangunan liar di sepanjang sempadan sungai.
Baca Juga:Dugaan Kekerasan Berkedok Kedisiplinan di SMAT KN Bandung, Tradisi Buruk Tak Boleh DinormalisasiPanda Cai Tao Rayakan HUT ke-15 di Taman Safari Bogor, Hadirkan Berbagai Aktivitas Menarik
“Bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjang sempadan sungai juga sudah kita layangkan surat karena memang prosedurnya seperti itu,” jelasnya.
Pemkot sudah mulai bertindak dengan menyurati bangunan-bangunan tersebut. Namun, respons pemilik masih nihil.
