Siap Seriusi Proyek Normalisasi DAS untuk Atasi Banjir, Pemkot Cimahi Butuh Rp80 Miliar?

Siap Seriusi Proyek Normalisasi DAS untuk Atasi Banjir, Pemkot Cimahi Butuh Rp80 Miliar?
Wakil Wali Kota Cimahi,
0 Komentar

“Kemarin untuk sepanjang jalur Cilember saja kurang lebih ada 19 bangunan liar yang sudah kita surati, dan no respons, ya sudah, ini pemerintah tinggal action,” tegasnya.

Adithia menegaskan, bila tidak ada pembongkaran mandiri, Pemkot siap turun tangan langsung.

“Kalau memang tidak bisa, kita yang membongkar,” ujarnya.

Namun pembongkaran bangunan liar itu juga tidak murah. Banyak dari bangunan tersebut adalah pabrik besar yang memerlukan biaya pembongkaran cukup tinggi.

Baca Juga:Dongkrak Perolehan Kursi, PPP Jabar Gembleng Kader di 27 Kota Kabupaten Lewat LKKDSumur Gas Pertamina EP di Cidahu Subang  Meledak, 2 Pekerja Terluka

“Kita sedang mengkaji dulu kekuatan anggaran kita karena ternyata luar biasa juga bangunan yang liarnya ini besar-besar, ongkos pembongkaran ya juga lumayan besar,” bebernya.

Karena itu, Pemkot Cimahi membuka peluang meminta bantuan ke Gubernur Jawa Barat.

“Pak Gubernur itu sangat semangat sekali untuk membantu pemerintah kota dan kabupaten dalam rangka membongkar bangunan-bangunan liar di sepanjang aliran sungai,” katanya.

Dari 19 titik bangunan liar yang disurati, hampir seluruhnya adalah pabrik. Adithia menyatakan bahwa pendekatan kepada bangunan komersial dan bangunan tempat tinggal akan dibedakan.

“Masa pabrik harus kita berikan intervensi berupa insentif, ya kita harus berkeadilan. Nanti kita lihat apabila ada bangunan warga, bukan bangunan komersial tapi bangunan tempat tinggal, ya kita perlakukan berbeda. Special case,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk kawasan Melong salah satu daerah langganan banjir Pemkot Cimahi menggarisbawahi perlunya koordinasi lintas daerah, karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

“Ini kaitannya irisan antara Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, khususnya di wilayah Margaasih. Ini harus selesai dulu, dan kita harus deal dulu mengenai anggarannya juga karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” ujar Adithia.

Kabar baiknya, Pemkab Bandung merespons cepat upaya kolaborasi ini.

Baca Juga:Dugaan Kekerasan Berkedok Kedisiplinan di SMAT KN Bandung, Tradisi Buruk Tak Boleh DinormalisasiPanda Cai Tao Rayakan HUT ke-15 di Taman Safari Bogor, Hadirkan Berbagai Aktivitas Menarik

Alhamdulillah Pak Bupati Bandung sangat responsif pada saat kami kunjungan ke Pemkab Bandung di Soreang, beliau langsung memasukkan program penyelesaian banjir di Melong dan Margaasih ini ke dalam RPJMD Kabupaten Bandung,” terangnya.

Kini, baik Pemkot Cimahi maupun Pemkab Bandung telah menyelaraskan rencana mereka dalam dokumen RPJMD masing-masing. Sinergi ini diharapkan bisa mempercepat penanganan banjir di kawasan perbatasan.

0 Komentar