JABAR EKSPRES – Aplikasi Risetcar mengklaim sebagai aplikasi penghasil uang, dengan cara investasi pada penyewaan atau pembelian mobil dengan tenaga listrik tanpa awak atau pengemudi.
Aplikasi ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 2024 lalu dan masih beroperasi hingga kini. Bahkan kini anggota sekaligus investornya datang dari berbagai kalangan di tanah air.
Aplikasi ini sangat diminati karena menjanjikan keuntungan hingga ratusan persen bagi anggotanya dalam waktu yang relatif singkat.
Baca Juga:Apakah Masih Aman Daftar Aplikasi Risetcar Sekarang? Masih Untung atau Sudah SCAM?Cuma KLIK Amplop, Langsung Dapat Saldo DANA Gratis Hingga Rp225.000
“Bell kendaraan pengiriman tanpa pengemudi Anda sendiri atau beli sebagian hak pendapatan. Risetcar bertanggung jawab untuk mengoperasikan dan mengelola kendaraan tersebut.” tulis aplikasi.
Namun jangan berfikir, bahwa sistem investasinya terbuka atau transparan. Karena kita tidak akan bisa melihat produk investasinya secara langsung.
Sistem yang dijalankan oleh aplikasi adalah seperti ini, anggota yang membelikan mobil listrik untuk aplikasi, kemudian oleh aplikasi mobil ini dikelola untuk digunakan sebagai transportasi umum, hasil dari operasional taksi tanpa awak ini yang menjadi profit bagi anggotanya.
Sepertinya terdengar masuk akal dan sesuai dengan sistem investasi seperti biasanya. Namun jangan salah, karena sesungguhnya produk investasi dalam hal ini mobil listriknya adalah fiktif.
Aplikasi Risetcar sudah terdeteksi sebagai aplikasi ponzi, sebagaimana yang lainnya, aplikasi ponzi sangat pandai membuat cerita untuk menarik perhatian dan kepercayaan dari anggotanya.
Sayangnya masih banyak masyarakat yang terbuai dengan rayuan aplikasi-apliasi ponzi ini. Dugaan kuat aplikasi Risetcar sebagai ponzi, terlihat jelas dari skema keuntungan yang ditawarkan.
Misalnya untuk produk RC-Truck-071 Kargo dengan harga awal Rp200.000 dikenakan biaya Rp30.000 per kilometer, hasil harian dari produk tersebut adalah 37.8-38.5% atau sekitar Rp 196900-200500 dalam 7 hari bisa menghasilkan laba antara Rp1.378.000 hingga Rp140.000 atau sekitar 265-270 persen.
Baca Juga:Aksi Nyata SC Squad AHM Dukung Wisata Hijau di Pesisir KarawangApakah Masih Bisa Dapat Bantuan BSU Rp600.000 di Bulan Agustus 2025, Cek Infonya di Sini
Itu baru produk termurahnya, bagaimana dengan produk yang mahal pasti keuntungan lebih besar lagi.
“Pembeli berhak pendapatan akan menerima persentase tertentu dari pendapatan yang dihasilkan oleh kendaraan pengiriman tanpa pengemudi, yang sebanding dengan investasi mereka.Pendapatan kenderaan logistik akan diselesaikan setiap bulan sesuai dengan pihak logistik.” tulis aplikasi.
