7 Mobil Bekas Murah tapi Biaya Perawatannya Mahal, Jangan Sampai Tertipu

Mobil Bekas Murah tapi Biaya Perawatannya Mahal
Mobil Bekas Murah tapi Biaya Perawatannya Mahal
0 Komentar

Bahkan suku cadang KW atau aftermarket untuk mobil ini pun tergolong mahal, dan pasokannya terbatas. Mengingat dealer resmi Ford di Indonesia sudah tidak aktif secara penuh, sebagian besar pemilik terpaksa mengandalkan suku cadang KW atau membeli dari importir umum dengan harga yang tidak murah.

Salah satu masalah umum pada Ford Fiesta adalah transmisi dual clutch yang rentan bermasalah, terutama jika sering digunakan dalam kondisi lalu lintas macet. Jika terjadi kerusakan, biaya perbaikannya bisa mencapai belasan juta rupiah, bahkan mendekati Rp20 juta untuk versi 1.6 liter.

Varian Ecoboost-nya justru dikenal lebih rumit. Setelah penggunaan lebih dari lima tahun, umumnya mulai muncul gejala turbo drop, throttle error, serta kerusakan berbagai sensor. Selain mahal, ketersediaan bengkel yang mampu menangani perbaikan mobil ini juga terbatas, sehingga sering kali pemilik harus membawanya ke bengkel spesialis—yang tentu lebih mahal dari bengkel umum.

Baca Juga:7 HP Infinix Terbaik 2025 dengan Spesifikasi Tinggi dan Harga Terjangkau10 Fitur Baru iOS 26 Keren Ini Wajib Dicoba Pengguna iPhone di 2025

Karena itu, banyak pemilik yang akhirnya menyesal dan memilih untuk terus menggunakan mobil ini hingga benar-benar rusak, karena biaya perbaikannya tidak sebanding dengan nilai jualnya kembali.

4. Mazda CX-7 (2007–2012)

Mazda CX-7 merupakan crossover mewah di masanya, dan kini tersedia di pasar mobil bekas dengan harga sekitar Rp80 juta hingga Rp100 jutaan. Dengan dana tersebut, Anda bisa tampil percaya diri menggunakan mobil berdesain premium. Namun, jangan tergoda hanya karena tampilan.

Mobil ini menggunakan mesin 2.3L turbo yang terkenal boros bahan bakar dan rentan mengalami panas berlebih (overheat). Jika mobil pernah mengalami overheat, efeknya bisa sangat luas: mulai dari head silinder melengkung, radiator bocor, turbo aus, hingga kerusakan pada sistem pendingin kompleks.

Biaya servis turbo saja bisa mencapai lebih dari Rp12 juta, dan part lainnya juga tidak murah. Apalagi sebelum Mazda dikelola oleh Eurokars, layanan purnajual (after sales) untuk Mazda di Indonesia cukup terbatas.

Banyak pengguna Mazda CX-7 yang akhirnya mengaku kapok karena biaya perawatan yang tinggi dan ketersediaan suku cadang yang sulit. Jadi, jika Anda tertarik pada mobil ini, pastikan untuk mempertimbangkan dengan matang isi dompet dan saldo ATM Anda.

0 Komentar