JABAR EKSPRES – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyoroti tiga persoalan krusial yang dinilai menjadi pekerjaan rumah (PR) penting bagi pemerintahan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail dalam lima tahun ke depan.
Ketiga isu tersebut mencakup persoalan penanganan sampah, kontribusi pemanfaatan sumber air bersih Cijanggel oleh Perumda Air Minum Tirta Raharja, serta realisasi pembangunan Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD KBB, Iwan Ridwan Setiawan, mengatakan, ketiga isu tersebut sangat mendesak dan memerlukan perhatian serta langkah konkret dari pemerintah daerah.
Baca Juga:Ledakan Coffee Shop di Cimahi Dongkrak Peluang Kerja, Pemkot Siapkan SDM Barista Bersertifikat BNSPSiap Guncang Emirates Stadium, Gyokeres Sebut Arsenal Klub Tepat Untuknya!
Iwan menyebutkan, permasalahan sampah di Bandung Barat menjadi yang paling mendesak untuk segera ditangani. Terlebih, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang selama ini menjadi andalan beberapa daerah, termasuk KBB, diwacanakan akan ditutup dalam beberapa tahun ke depan.
“Kenapa kami soroti persoalan sampah, karena ini menjadi persoalan serius yang mesti menjadi prioritas pemerintahan sekarang. Tentunya mesti ada solusi ketika TPA Sarimukti kelak ditutup, pemerintah harus menyiapkan TPA sendiri,” kata Iwan di Ngamprah, Senin (28/7/2025).
Iwan yang juga merupakan anggota Panitia Khusus (Pansus) RPJMD ini mendorong Pemkab Bandung Barat untuk aktif melakukan lobi ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar jatah kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti bisa ditambah.
“Pertimbangannya, TPA Sarimukti itu jelas berada di wilayah KBB. Masa KBB yang memiliki wilayah dan terdampak langsung kuotanya hanya 17 ritase per hari, sementara Kota Bandung mendapat 140 ritase dan Kabupaten Bandung 40 ritase. Ini tidak adil. Mestinya kuotanya ditambah,” tegasnya.
Iwan pun mempertanyakan ke mana perginya sampah-sampah yang tidak bisa diangkut ke Sarimukti. “Sampahnya oleh masyarakat dibuang kemana? Ke sungai, dibakar, atau diolah. Ini harus jadi perhatian serius,” ujarnya.
Sorotan kedua Iwan juga menyasar pada kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat. Jalan ini disebut memiliki peran strategis dalam mengurangi beban kemacetan di jalur Padalarang-Cianjur.
Jalan Lingkar tersebut, lanjut dia, merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Belaputera Intiland, pengembang perumahan Kota Baru Parahyangan. Groundbreaking proyek ini bahkan telah dilakukan sejak tahun 2022, namun hingga kini masih terkendala masalah pembebasan lahan.
