JABAR EKSPRES – Pesatnya pertumbuhan coffee shop di Kota Cimahi membuka ruang baru bagi penyerapan tenaga kerja, terutama dari kalangan muda.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah proaktif dengan membekali para pencari kerja melalui pelatihan barista yang mengacu pada standar industri dan bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kegiatan ini digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, bekerja sama dengan LPK Budi Training Academy. Pelatihan mencakup sesi online, persiapan ujian kompetensi, hingga pelaksanaan uji sertifikasi profesi.
Baca Juga:Siap Guncang Emirates Stadium, Gyokeres Sebut Arsenal Klub Tepat Untuknya!Persib Tampil Beda! Launching Spektakuler dan Laga Internasional Lawan Raksasa Australia
Puluhan pencari kerja antusias mengikuti program ini sebagai bekal menembus pasar kerja yang kini kian selektif dan kompetitif.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan program ini merupakan strategi konkret Pemkot dalam menyiapkan SDM unggul dan relevan dengan kebutuhan industri, terutama di sektor jasa seperti perkopian dan kuliner.
“Pelatihan dilakukan untuk mempersiapkan pencari kerja memasuki dunia kerja baru. Tidak hanya ingin mencetak tenaga kerja, tapi pekerja yang terampil, adaptif, dan tangguh,” ujar Adhitia saat ditemui awak media, Senin (28/7/25).
Menurutnya, tidak semua orang mendapatkan kesempatan pembelajaran yang terarah dan terhubung langsung dengan dunia industri.
Karena itu, Adithia menekankan pentingnya memaknai pelatihan ini sebagai titik awal untuk tumbuh dan menjawab kebutuhan pasar yang terus bergerak dinamis.
“Oleh karena itu, anggaplah pengalaman ini bukan sekadar pencapaian, tetapi juga sebuah tanggung jawab. Kepercayaan yang diberikan kepada lulusan pelatihan bukan hanya sebuah peluang kerja, melainkan panggilan untuk menunjukkan bahwa potensi SDM lokal kita mampu menembus batas-batas konvensional, dan beradaptasi dengan tuntutan industri masa kini,” ungkapnya.
Adhitia menyoroti perkembangan signifikan sektor kafe dan restoran yang kini menjamur di berbagai sudut Cimahi. Profesi barista pun makin populer, terutama di kalangan generasi Z.
Baca Juga:Final Panas di GBK, Garuda Muda Siap Balas Dendam ke Vietnam!Menyalakan Spirit Ulama, PCNU Bogor Ajak Nahdliyin Teladani KH Abdurrahim Sanusi
“Generasi Z yang dikenal sebagai generasi kreatif dan dinamis, melihat profesi barista bukan hanya sebagai pekerjaan. Tetapi juga sebagai wadah untuk mengekspresikan diri dan keterampilan seni mereka,” tambahnya.
Tren ini diyakini akan terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, kebutuhan tenaga barista yang terampil menjadi semakin mendesak.
