JABAR EKSPRES – Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan prihatin terhadap keberadaan permainan tradisional yang kian terpinggirkan. Ia mendorong berbagai mainan tradisional itu kembali dibudayakan di lingkungan sekolah.
Hal itu diungkapkan saat peringatan Hari Anak Nasional di Bandung, Minggu (27/7). Erwan menceritakan, bahwa banyak permainan tradisional yang dimainkan semasa kecil.
Namun fenomena itu nampak kian sirna saat ini. Anak-anak sekarang lebih cenderung bermain game online atau gadget. Padahal permainan tradisional bukan sekedar mainan. Itu bisa mengasah motorik anak, termasuk mengajarkan bagaimana berinteraksi sosial.
Baca Juga:Data Pribadi 4,6 Juta Warga Jabar Diduga Dibobol, Begini Respons Wagub ErwanMisteri Sapi Bunting Mati di Lembang: Peternak Resah, Penyakit Aneh Belum Terpecahkan
Menurut Erwan, permainan yang melibatkan gerakan tubuh dapat menjaga kebugaran dan meningkatkan kesehatan anak. Selain itu, interaksi yang terbangun melalui permainan kelompok bisa menanamkan nilai kekompakan, kerja sama, bahkan empati.
Karena itu, Erwan berharap pelestarian permainan tradisional bisa dimulai dari satuan pendidikan. Ia mendorong sekolah-sekolah untuk menyediakan waktu dan ruang bagi anak-anak bermain permainan khas daerah.
“Pesan kami kepada orang tua agar lebih aktif mengawasi anaknya. Jangan terlalu ketergantungan pada gadget. Misal di waktu istirahat sekolah diisi dengan permainan tradisional,” katanya.
Pemprov Jabar, lanjutnya, juga berencana menggandeng sejumlah sponsor guna mendukung revitalisasi budaya permainan lokal.
Sponsor diajak untuk membangun tempat-tempat permainan tradisional hingga berbagai event. Itu dimulai dari sekolah dan lingkungan bermain anak.
Menurut Erwan, pihaknya punya komitmen serius terhadap keberlangsungan anak. Pemprov berkomitmen untuk bisa menyediakan ruang inklusif untuk mendukung tumbuh kembang anak. “Anak adalah masa depan bangsa,” bebernya.
Erwan ingin Jawa Barat bisa jadi percontohan nasional dalam pelestarian permainan tradisional
Baca Juga:Wisata Edukasi Tak Boleh Tergusur Kebijakan, Ini Kata Kadis Pariwisata KBBRevitalisasi atau Ekspansi Industri? Walhi Jabar Tolak Pelepasan Hutan Lindung di Pesisir Utara
Di sisi lain, berdasarkan data katalog.data.go.id pada 2021 sempat mencatat bahwa sedikitnya ada 604 macam permainan tradisional di Jabar. Permainan itu seperti oray-orayan, egrang bambu, paciwit ciwit lutung, hingga egrang batok.
Permainan itu tersebar di Kota Kabupaten di Jabar. Tiap daerah punya permainan khas. Itu juga menyesuaikan dengan kondisi daerahnya. Misal daerah dekat pantai yang banyak permainan bercorak air dan bahan-bahan area pantai. Berbeda dengan daerah yang wilayahnya pegunungan.(son)
