BANDUNG – Lingkar 98 Jawa Barat bersama 98 Resolution Network menyampaikan Pernyataan Politik Kebangsaan bertajuk “Melanjutkan Agenda Reformasi Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi”.
Pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh Hadi Gunadi di hadapan para peserta dan menyampaikan delapan poin sikap organisasi terhadap arah pembangunan nasional.
Dalam pernyataannya, Lingkar 98 Jabar menilai perjalanan reformasi selama 28 tahun telah menghasilkan kemajuan di bidang demokrasi politik, namun belum sepenuhnya diikuti terwujudnya demokrasi ekonomi yang memberikan akses dan keadilan bagi seluruh rakyat.
Baca Juga:Kolaborasikan Musik dan UMKM: Kisah Sukses Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu SlankersKonser Hey Slank Sambangi Bandung: Spirit HS Dukung Industri Kreatif
Ketua Lingkar 98 Jabar, Agus Teddy Sumantri, mengatakan demokrasi politik harus berjalan beriringan dengan demokrasi ekonomi agar cita-cita reformasi benar-benar terwujud.
“Selama 28 tahun reformasi, demokrasi politik berkembang cukup baik. Namun demokrasi ekonomi masih menjadi pekerjaan besar. Demokrasi tidak cukup hanya menghadirkan kebebasan memilih, tetapi juga harus memastikan kekayaan negara dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945,” ujar Agus Teddy.
Dalam pernyataan sikapnya Lingkar 98 Jabar menyatakan dukungan terhadap berbagai langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari pemberantasan korupsi melalui penyitaan aset hasil kejahatan, pemberantasan korupsi dari sektor hulu, penertiban kawasan hutan, penguatan efisiensi anggaran, hingga optimalisasi APBN sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Organisasi tersebut juga mendukung keberlanjutan berbagai program pro-rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan, Swasembada Pangan, dan Koperasi Desa Merah Putih.
Meski demikian, Lingkar 98 Jabar mengingatkan agar seluruh program tersebut dijalankan dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
Menurut Agus Teddy, dukungan yang diberikan kepada pemerintah bersifat dukungan kritis (critical support), yakni tetap memberikan masukan dan pengawasan agar setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kami mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun dukungan itu juga disertai komitmen untuk mengawal pelaksanaannya agar transparan, akuntabel, dan tidak menyimpang dari tujuan awalnya,” katanya.
Baca Juga:BULOG Bergerak Cepat Kendalikan Hama Gudang Sewa di Karawang, Jamin Kenyamanan Warga Prioritas UtamaOno Surono Kecam Dugaan Penyiksaan Brutal terhadap Perempuan Cirebon, Desak Kasus Diusut Tuntas
Di akhir pernyataan sikapnya Lingkar 98 Jabar juga mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan geopolitik global serta terus menjaga semangat reformasi melalui transformasi demokrasi ekonomi yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan rakyat. (bbs)
