JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim bahwa pihaknya tidak serta merta impor migas (minyak bumi dan gas) dari AS.
Menurutnya, rencana impor migas AS dilakukan menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. “Volumenya, nanti kita lihat, karena itu tergantung kebutuhan di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, dikutip Rabu (23/7/2025).
Kendati begitu, kata dia, belum dipastikan kapan impor migas berbentuk Liquified Petroleum Gas (LPG), refined product, dan crude atau minyak mentah itu dilakukan serta berapa volumenya.
Baca Juga:Mengaku Terlilit Utang, Wanita di Banjar Nekat Mencuri Motor Teman, Ternyata STNK-nya Dicuri Lebih Dulu!Usai Kasus Penjualan Bayi Viral, Pemkot Cimahi Intensifkan Pengawasan dan Edukasi Masyarakat
Mengingat, diperlukan sejumbah perjanjian yang harus disepakati kedua belah pihak terlebih dahulu, seperti kerangka kerja sama, kemudian penerapan isi perjanjian.
Di sisi lain, Menteri Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, kerja sama antara PT Kilang Pertamina Internasional dengan ExxonMobil, Chevron, dan KDT Global Resource, merupakan salah satu upaya membuka impor minyak mentah dan BBM dari Amerika Serikat.
“Itu salah satu di antaranya membuka kemungkinan untuk impor BBM dan crude. Itu salah satunya,” kata dia.
Senada dengan Menko Airlangga, Bahlil juga menyebut bahwa ia belum dapat menjelaskan volume BBM dan crude yang akan diimpor dari AS dalam skema kerja sama tersebut.
Adapun, impor komoditas energi seperti minyak mentah dan gas bumi dari AS tersebut merupakan bagian dari komitmen yang diberikan oleh Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dua negara.
Ini juga yang menjadi pertimbangan Presiden AS Donald Trump menurunkan besaran tarif impor resiprokal Indonesia yang semula 32 persen menjadi 19 persen.
Presiden Trump pada 16 Juli 2025 mengumumkan perundingan mengenai tarif telah rampung setelah dirinya berbicara langsung melalui sambungan telepon dengan Presiden Prabowo selama kurang lebih 17 menit.
Baca Juga:Tega Lakukan Tindakan Asusila Terhadap Anak, Penjual Kebab di Bogor Diringkus Polisi!Koordinator Aksi Demo Bus Pariwisata Bakal Tempuh Jalur Politik : Dedi Mulyadi Tak Punya Nyali!
“Kesepakatan bersejarah ini untuk pertama kalinya membuka seluruh pasar Indonesia untuk Amerika Serikat. Indonesia, sebagaimana isi kesepakatan itu, berkomitmen untuk membeli 15 miliar dolar AS untuk energi dari AS, 4,5 miliar dolar AS produk-produk pertanian, dan 50 pesawat Boeing, yang sebagian besar seri 777,” kata Presiden Trump.
Trump kemudian menyebut besaran tarif yang harus dibayar menjadi sebesar 19 persen untuk seluruh barang-barang yang diekspor oleh Indonesia ke AS.
