JABAR EKSPRES – Merebaknya kasus penjualan bayi lintas negara yang baru-baru ini viral di media sosial memicu kekhawatiran publik. Pemkot Cimahi pun bergerak cepat dengan menegaskan akan memperketat pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan agar praktik keji tersebut tidak terjadi di wilayah Kota Cimahi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) tengah mengusut tuntas sindikat internasional penjualan bayi yang beroperasi di Bandung.
Satu dari tiga tersangka berstatus buron, berinisial LS alias Popo, telah diamankan. Sementara dua lainnya masih dalam pengejaran. Mereka disebut memiliki peran penting sebagai perantara dan perekrut bayi untuk dijual ke Singapura.
Baca Juga:Koordinator Aksi Demo Bus Pariwisata Bakal Tempuh Jalur Politik : Dedi Mulyadi Tak Punya Nyali!Respons Demo Bus Pariwisata, Legislator Jabar Ingatkan Dedi Mulyadi Agar Tak Jadi Raja Midas!
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah serius untuk mencegah hal serupa terjadi di Kota Cimahi.
“Kami mendengar tentang situasi ini, apalagi beberapa tempat ada praktik penjualan anak ke luar negeri. Ini kami antisipasi. Kami upayakan agar di Kota Cimahi tidak terjadi,” ujarnya kepada Jabar Ekspres, saat ditemui di Pemkot Cimahi, Selasa (22/7/25).
Ngatiyana menekankan bahwa pihaknya akan bersikap tegas terhadap siapapun yang terlibat, baik jaringan dari luar maupun pelaku lokal.
“Kami akan tegas bagi orang-orang yang berbuat seperti itu karena itu tidak mendidik dan tidak memberikan contoh yang baik. Kalau memang terjadi di Kota Cimahi, tertangkap, tanggung risikonya,” katanya.
Untuk mengoptimalkan pengawasan, Pemkot Cimahi akan menyebarkan informasi hingga ke tingkat kelurahan agar masyarakat lebih waspada dan peka terhadap indikasi perdagangan anak.
“Khususnya awasi terus orang-orang yang sedang hamil, siapa tahu mereka punya tujuan lain. Itu harus dalam pengawasan agar tidak terjadi ke depannya,” tegas Ngatiyana.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi, Fitriani Manan, menekankan perlunya kewaspadaan ekstra terhadap pola pergerakan sindikat semacam ini.
Baca Juga:Mimpi Jabatan Tinggi, Karier Eisenhower di Ujung Tanduk10 Saksi Pesta Berujung Maut di Garut Jalani Pemeriksaan, Ini Kata Polisi!
“Kita harus waspada mulai sekarang, karena mereka itu seperti sindikat. Antara pelaku dan korban biasanya sudah ada komunikasi sebelumnya, jadi cukup sulit dilacak,” ujar Fitriani.
