JABAR EKSPRES – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung terus menggalakkan program sterilisasi kucing domestik sebagai upaya pengendalian populasi dan pencegahan penyakit zoonosis. Program yang dimulai sejak Juni ini akan berlangsung hingga akhir Desember 2025.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, proses sterilisasi dilakukan dengan sistem jemput bola. Pihaknya menyisir kewilayahan, seperti RT/RW hingga wilayah-wilayah yang dinilai paling banyak angka kucing liar.
“Sistem kita door to door karena kita ke RW dan rumah. Sebelum sterilisasi juga kami menangkap kucing-kucing. Kalau sehat sterilisasi, kalau belum, kami kasih obat juga,” kata Gin Gin saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Selasa (22/7).
Baca Juga:Bandung Selatan Diguncang Gempa, BMKG: Tak Ada Kerusakan, Tetap Tenang!Arsenal Tak Mau Cuma Jadi Penantang, Arteta Siapkan Revolusi untuk Akhiri Puasa Gelar
Menurut Gin Gin, program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Kalau dilihat indikator minat, kehadiran masyarakat masih tinggi. Hal ini dilihat dari jumlah partisipasi setiap pihaknya datang ke wilayah.
Sejak dimulai dua bulan lalu, sudah ada 244 ekor kucing yang ditangkap. Namun, tidak semua langsung disterilkan. “244 ekor yang ditangkap itu lebih. Biasanya ditangkap terus dilepas karena tidak sehat. Umur juga masih muda,” jelasnya.
Gin Gin menyebutkan, pihaknya menargetkan sterilisasi terhadap lebih dari 1.000 ekor kucing hingga akhir tahun. “Karena bisa di luar prediksi. Bisa-bisa 20 ekor lebih dan bisa kurang 10 ekor. Target 1.000 lebih bisa tercapai,” sebutnya.
DKPP juga memanfaatkan klinik hewan milik dinas untuk mendukung proses sterilisasi kucing domestik atau yang dirawat. Jadi ada tambahan kuota. Menurutnya banyak warga yang menyambut baik hal demikian.
Tak hanya itu, program ini juga mendorong edukasi masyarakat dalam merawat hewan peliharaan. Sebagai bagian dari penguatan data, DKPP juga tengah menyusun program pendataan hewan peliharaan.
“Kita jadi banyak tahu termasuk kita melakukan pendataan, salah satunya kita akan membuat kartu identitas kucing atau hewan. Nanti kita menyisir hewan peliharaan. Semoga semua bisa terkontrol,” ucap Gin Gin.
Puncak kegiatan akan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Rabies Sedunia pada akhir September nanti. “Itu acara besar sekali. Terus karena minat banyak, kita sedang melobi pemerintah provinsi, untuk sarana prasarana untuk 1.000 ekor,” tuturnya.
