JABAR EKSPRES – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa (22/7).
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, membenarkan kejadian gempa tersebut. Ia menyampaikan bahwa gempa dengan kekuatan magnitudo 2,4 terjadi pada pukul 16.11 WIB.
“Kejadian dan parameter gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung, hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan 2,4 magnitudo,” katanya kepada Jabar Ekspres.
Baca Juga:Arsenal Tak Mau Cuma Jadi Penantang, Arteta Siapkan Revolusi untuk Akhiri Puasa GelarTransformasi Setan Merah Dimulai, Bryan Mbeumo Jadi Simbol Ambisi Baru Manchester United
Lebih lanjut, Rahayu yang akrab disapa Ayu menjelaskan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 7,18 Lintang Selatan (LS) dan 107,49 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berada di darat pada jarak 18 kilometer barat daya Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 8 kilometer.
Terkait jenis dan mekanisme gempa, Ayu menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi termasuk dalam kategori gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” terangnya.
Ayu juga menyampaikan bahwa gempa dirasakan cukup signifikan oleh masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bandung.
“Berdasarkan laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Ciwidey, Banjaran, dan Cimaung dengan intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),” ungkapnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh gempa tersebut.
BMKG juga menyampaikan bahwa hasil monitoring hingga pukul 16.30 WIB tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
Baca Juga:Pasca Kebakaran di Cikutra dan Gudang Utara, Ini Janji Pemkot Bandung!Sesepuh Kampung Adat Cireundeu Kritik Beras Oplosan, Bukan Ketahanan Pangan, Itu Soal Keuntungan
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkas Ayu.(Bas)
Reporter: Yanuar Baswata
