Menurut Hannah, alat dan parameter paparan juga harus bisa diakses oleh masyarakat, melibatkan warga secara aktif, lalu ada monitoring berkala.
“Misal pengukuran radiasi, struktur menara hingga kontrol limbahnya. Kemudian bisa mengadakan edukasi ke publik tentang fakta paparan radiasi, ionisasi lalu jarak aman dan realitas kesehatan,” pungkasnya. (Bas)
Reporter: Yanuar Baswata
