JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ngotot dalam pendiriannya melarang kegiatan study tour. Itu merespons aksi demo para pelaku wisata di Gedung Sate, Senin (21/7).
Pria yang akrab disapa KDM itu mengungkapkan, pihaknya memahami bahwa telah didemo para pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata. “Ada demo kemarin (Senin.red). Sampai blokade Jalan Pasupati,” cetusnya.
Menurut KDM, demo itu justru membuktikan bahwa kegiatan study tour selama ini hanyalah kedok. Artinya kegiatan itu adalah kegiatan wisata bukan kepentingan study.
Baca Juga:Sebut Proyek Mangkrak Normalisasi Drainase Rancaekek Tanggungjawab Pemprov, Bupati Bandung: Kita KerepotanBuntut Kasus Doxing Aktivis Neni Nur Hayati, Pemprov Jabar Disomasi!
“Yang protes itu kegiatan pariwisata. SK saya study tour. Yang dilarang study tour. Itu menunjukan semakin jelas bahwa kegiatan study tour itu kegiatan piknik. Buktinya yang demo adalah para pelaku wisata,” cetusnya.
Bahkan menurut KDM, aksi demo itu didukung Asosiasi JEP di wilayah Yogyakarta. “Jadi yang demo bukan orang Jabar saja, tapi orang Jogja, ” cetusnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga ketenangan orang tua agar tidak terlalu banyak keluar biaya di luar pendidikan.
“Jadi sikap saya akan tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Menjaga kelangsungan pendidikan. Dan efiseienkan pendidikan dari beban biaya yang tidak ada kaitanya dengan pendidikan karakter,” katanya.
Namun KDM juga berharap agar industri Pariwisata tetap tumbuh. “Semoga nanti yang datang itu orang-orang luar negeri. Orang yang memang punya uang. Berwisata karena ada kemampuan,” tuturnya. (Son)
