Bentrokan Druze-Badui di Suwayda Mereda, Israel Luncurkan Serangan ke Suriah

Bentrokan Druze-Badui di Suwayda Mereda, Israel Luncurkan Serangan ke Suriah
SUMBER FOTO: X/SoftWarNews
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pertikaian bersenjata antara kelompok minoritas Druze dan suku Badui yang terjadi di wilayah Suwayda, Suriah bagian selatan, kini telah mereda. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah, Nour Al-Din Al-Baba.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh Syria TV, Al-Baba menyatakan bahwa setelah adanya upaya serius dari Kementerian Dalam Negeri untuk menerapkan kesepakatan gencatan senjata serta pengerahan pasukan ke wilayah utara dan barat Provinsi Suwayda, kelompok milisi suku Badui telah meninggalkan wilayah kota Suwayda. Dengan demikian, bentrokan di area tersebut pun berhenti.

“Menyusul usaha intensif Kementerian Dalam Negeri untuk mengimplementasikan kesepakatan gencatan senjata dan mengirimkan pasukannya ke wilayah utara dan barat Provinsi Suwayda, milisi suku telah meninggalkan Kota Suwayda dan bentrokan di wilayah kota telah berhenti,” ujar pernyataan tersebut.

Baca Juga:Honda Astrea Supra 1997: Motor Legendaris Bapak-BapakKurs Dolar ke Rupiah Hari Ini, 19 Juli 2025: Tetap di Level Tinggi

Sebelumnya, pada pekan lalu, kelompok bersenjata Badui dilaporkan telah menyerang beberapa permukiman yang dihuni komunitas Druze di wilayah tersebut. Serangan ini memicu pertempuran sengit antara kelompok Badui dan pasukan bela diri lokal Druze.

Kementerian Pertahanan Suriah melaporkan bahwa lebih dari 30 korban jiwa tewas dalam konflik ini, sementara lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 orang yang menjadi korban adalah anggota militer pro-pemerintah transisi Suriah.

Pada hari Selasa, 15 Juli, Kementerian Dalam Negeri menyampaikan bahwa Angkatan Darat Suriah bersama kementerian terkait telah mengerahkan pasukan ke Suwayda guna menyingkirkan kelompok bersenjata ilegal dari wilayah kota.

Setelah operasi tersebut, perlengkapan militer berat mulai ditarik dari Suwayda menuju ibu kota Damaskus. Kawasan permukiman pun diserahkan sepenuhnya kepada pengawasan pasukan keamanan dalam negeri untuk menjaga stabilitas.

Namun, di tengah meredanya konflik domestik tersebut, militer Israel justru melancarkan serangan terhadap pasukan bersenjata Suriah.

Pihak Israel mengklaim bahwa serangan ini bertujuan untuk melindungi komunitas Druze di Suriah, yang menurut mereka memiliki hubungan erat dan historis dengan komunitas Druze yang tinggal di wilayah Israel. Langkah militer Israel ini menambah ketegangan di tengah situasi yang sudah rapuh di Suriah selatan.*

0 Komentar