JABAR EKSPRES – Yamaha Aerox Turbo, yang baru saja dinobatkan sebagai Motor Terbaik 2025 di ajang Prestigious Automotive World, memang bikin penasaran banyak orang.
Dengan teknologi baru seperti W-CVT (Yamaha Electronic Controlled Variable Transmission) dan panel speedometer TFT yang canggih, apakah skutik ini cocok untuk penggunaan harian? Mari kita bongkar kelebihan dan kekurangannya secara jujur.
Kelebihan Yamaha Aerox Turbo untuk Harian:
- Performa Mesin Responsif dan Bertenaga
Dengan mesin Blue Core VVA 155 cc generasi ketiga, ditambah teknologi W-CVT elektronik, tarikan Aerox Turbo terasa lebih responsif dibandingkan skutik 150 cc lain. Akselerasi awalnya cepat, cocok buat selap-selip di kemacetan.
Baca Juga:Cek Harga Cokelat Hush Intim yang Lagi Viral, Beli di Mana?Intip Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp175.000 dari Aplikasi Penghasil Uang Ini
- Dua Riding Mode dan W-Shift
Aerox Turbo punya dua mode berkendara: Town (T) untuk santai dan Sport (S) untuk performa maksimal. Ditambah fitur W-Shift yang bisa mengatur rasio CVT secara elektronik, sensasi berkendara jadi mirip motor sport!
- Panel Instrumen TFT Full Color
Panel speedometer TFT dengan berbagai informasi: navigasi, notifikasi telepon dan pesan, musik player, hingga informasi cuaca. Cocok untuk generasi muda yang suka fitur digital.
- Handling Stabil dan Presisi
Suspensi depan lebih besar (30 mm), rangka diperkuat, serta suspensi belakang yang lebih kaku membuat handling Aerox Turbo lebih stabil saat cornering atau melaju kencang.
- Fitur Keselamatan Lengkap
Sudah dilengkapi ABS depan, rem cakram belakang, TCS (Traction Control System), dan Emergency Stop Signal. Fitur-fitur ini memberi rasa aman saat berkendara di berbagai kondisi jalan.
- Kapasitas Bagasi dan Tangki Besar
Bagasi 24 liter dan tangki bahan bakar 5,5 liter cukup memadai untuk kebutuhan harian tanpa sering-sering isi bensin.
Kekurangan Yamaha Aerox Turbo untuk Harian:
- Harga Lebih Tinggi dari Versi Standar
Aerox Turbo biasa dibanderol Rp39,5 juta dan varian Ultimate Rp41,7 juta, jelas lebih mahal dibanding Aerox standar yang mulai dari Rp29 jutaan. Kenaikan harga sebanding dengan teknologi, tetapi tetap jadi pertimbangan.
- Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Dengan performa tinggi, konsumsi bahan bakarnya lebih boros dibanding kompetitor seperti Vario atau PCX. Rata-rata 36–39 km/liter, bergantung mode berkendara dan gaya mengemudi.
