JABAR EKSPRES – Katanya overprice, katanya minim teknologi, katanya tidak ada pembaruan, bahkan ada yang menyebut desainnya semakin aneh. Tak sedikit pula yang berkomentar bahwa wajah Honda PCX 160 sekarang mirip “curut”. Namun, anehnya, meskipun kritik datang dari berbagai arah, penjualannya tetap stabil dan adem-ayem. Bahkan, secara angka, PCX masih bisa unggul dari rival utamanya, Yamaha NMAX.
Padahal jika berbicara soal fitur dan teknologi, banyak yang menilai NMAX jauh lebih “niat” dibandingkan Honda. Tapi nyatanya, PCX tetap lebih laku. Kok bisa? Kami akan membahas alasan mengapa Honda PCX tetap diminati meskipun terus dihujat dan dianggap tidak relevan.
Rahasia Honda PCX Tetap Laku di Pasaran
Isu Overprice
Banyak yang menganggap harga Honda PCX terlalu mahal, apalagi jika dibandingkan dengan Yamaha NMAX yang kini sudah memiliki fitur-fitur canggih, termasuk varian dengan teknologi turbo. PCX memang terlihat overprice, apalagi untuk varian tertingginya yang bisa menyentuh harga sekitar Rp40 juta.
Baca Juga:Mengapa IPK Tinggi Tak Lagi Jadi Penentu Kesuksesan di Dunia Kerja7 Penemuan Misterius yang Diduga Peninggalan Iblis dan Kekuatan Gelap
Sementara itu, NMAX Turbo yang lebih kaya fitur dijual dengan harga yang hampir setara. PCX tidak memiliki teknologi turbo, tidak mengalami pembaruan desain secara signifikan, tidak memiliki Garmin di panel speedometer, dan tidak sedikit yang menyebut bahwa PCX tidak punya ini dan itu.
Jika kita bandingkan secara langsung, memang PCX terlihat seperti motor yang lebih “jadul” daripada NMAX. Namun, pertanyaannya: mengapa tetap banyak orang yang memilih untuk membeli PCX?
Harga Bukan Sekadar Fitur per Rupiah
Hal yang sering dilupakan adalah bahwa harga bukan hanya soal fitur dibandingkan rupiah. Terutama di segmen motor harian kelas menengah, konsumen Indonesia sangat menghargai satu hal yang tidak tertulis di brosur: rasa percaya.
Dan menariknya, rasa percaya itu dipegang penuh oleh Honda.
Maksudnya bagaimana? Ketika seseorang membeli Honda PCX, mereka tahu apa yang akan mereka dapatkan. Bukan eksperimen, bukan kejutan, melainkan sesuatu yang stabil dan terprediksi. Kasarnya, meskipun harganya mahal, konsumen tahu bahwa PCX bukan motor yang mudah rewel. Spare part mudah didapat, servis mudah, dan harga jual kembali tetap tinggi.
